167 Kali

SAMARINDA. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota  Samarinda Sugeng Chairuddin mengingatkan kepada para Camat dan Lurah agar mempunyai peran penting dalam bersinergitas melalui perencanaan program yang dimiliki Gabungan Organisasi Penyelenggara Taman Kanak-Kanak Indonesia (GOPTKI) untuk meciptakan generasi anak didik berkualitas dan berkarakter.
Hal ini disampaikan Sugeng saat membuka Konferensi Cabang (Konfercab) DPC GOPTKI Kota Samarinda, Senin (28/10), di aula rumah jabatan Walikota.  
Mantan Kepala Bappeda Samarinda ini menjelaskan kalau GOPTKI sebenarnya memiliki peran penting menyiapkan generasi Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal secara dini.
Salah satunya kata dia,  melalui perencanaan program yang strategis dengan melibatkan perangkat daerah mulai akar rumput seperti Kelurahan hingga Kecamatan. “Terpenting kita harus memahami terlebih dahulu peran GOPTKI, mengingat di negara kita ini sudah terlalu banyak organisasi. Khusus organisasi pendidikan sangat wajib untuk didukung dan dibantu,” tutur Sugeng.
Karena kalau melihat generasi emas pada tahun 2025 mendatang jelasnya, tak mungkin bisa  tercipta dengan sendirinya tanpa dukungan semua pihak. Melainkan harus didukung oleh semua pihak lewat program yang bisa beraktualisasi dengan pemerintah baik secara perencanaan maupun pendanaan yang efektif dan efisien.
”Sekarang mungkin tidak ada lagi hibah, tapi bukan berarti program tidak jalan, cara mensiasatinya dengan bersinergi dengan kecamatan dan kelurahan. Karena mindsite sekarang sudah harus diubah, dimana dana yang ada saat ini harus mengikuti program bukan lagi mengikuti fungsi,” pesanya.
Apalagi anggaran biaya pendidikan di kota Samarinda sudah surplus mencapai 26 persen. “Artinya pendidikan kita sudah luar biasa,” timpalnya.
Tinggal sekarang program harus tajam dan terarah, tidak hanya terfokus pada program fisik melainkan juga  bisa mengarah kepada non fisik sebagai modal kepada para pengajar ditingkat dasar.
”Untuk itu saya mengajak kepada semua pihak berperan mendidik anak, tak hanya menjadi tugas seorang guru, melainkan semua bisa terlibat baik itu peran ayah dan bunda agar bisa menjadi amal zariah kita setelah almarhum,” pesan Sugeng.
Sebelumnya, selain agenda Konfercab, dalam kesempatan tersebut juga dirangkai seminar  parenting dengan mengangkat tema pemenuhan hak sipil anak dan pelibatan orang tua pada satuan pendidikan TK.
Dilanjutkan dengan penandatanganan MOU antara GOPTKI dan Dinas Kependudukan Catatan Sipil Samarinda dalam hal pemenuhan hak sipil anak berupa kartu identitas. “Sebenarnya workshop yang kita gelar hari ini lebih kepada pendampingan bagi para pengajar  agar lebih kreatif serta pengembangan kompetensi kepribadian dan sosial,” lontar Ketua DPC GOPTKI Samarinda Titing Qomariaty di hadapan Ketua GOPTKI Provinsi Kaltim Norhaili Samad.(kmf4)

Bahas DED Dermaga, Tekankan Parkir dan Ruang Pejalan Kaki

Berita Sebelumnya

Walikota Prihatin Tragedi Pesawat Lion Air

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar