176 Kali

SAMARINDA. Masalah banjir yang melanda beberapa daerah di Indonesia, tak terkecuali di Samarinda yang sudah 2 minggu berlangsung mengundang Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) untuk mendiskusikan persoalan ini.

Diskusi yang dirangkai halal bi halal KAHMI ini dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) kota Samarinda Sugeng Chairuddin mewakili Walikota di Sekretariat KAHMI, Sabtu(22/6).

Sugeng mengungkapkan dalam acara diskusi ini, betapa sedih dirinya tentang tanggapan warga Samarinda terkait tentang banjir yang selalu menyalahkan Pemerintah.

"Kota Samarinda bukan milik Syaharie Jaang, juga bukan milik Sugeng Chairuddin, Samarinda milik kita bersama. Jadi bagaimana pun Pemerintah berusaha, kalau tidak ada kerjasama untuk menjaga Kota Samarinda itu sendiri ya sia-sia," sebutnya. 

Sugeng lantas mengutarakan ada daerah resapan banjir yang tak boleh dibangun akhirnya terbangun.

"Itu di daerah rumah kami Jl Anggur, gunung yang tinggi itu dibangun, dilarang sama pemerintah untuk membangun, mereka membangunnya di malam hari, satu tahun kelar, daerah Vorvo akhirnya banjir, kan repot jadinya, karena merasa milik perseorangan," ujar Sugeng.

Jadi menurutnya masalah tidak bisa dilihat dengan satu sisi, semua berkesinambungan.

"Biar pemerintah sebagus apapun menanggulangi masalah banjir apabila masyarakat tidak sadar akan kotanya sendiri ya tidak akan bisa," tegas Sugeng.(kmf16)

Penulis: Thohir --Editor: Doni

 

2 Malam Jaang Maghrib Berjamaah dan Doa Bersama

Berita Sebelumnya

Jaang Salurkan Bantuan Kebakaran Jalan Merbabu

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar