27 Kali

Evaluasi Capaian Kinerja, Ingatkan Kekompakan

SAMARINDA. Di sisa 2 tahun 1 bulan masa kerja walikota Samarinda Syaharie Jaang, ratusan pejabat dikumpulkan di aula serbaguna Bank Kaltimtara untuk melihat capaian kinerja masing-masing dan evaluasinya sehingga bisa mengejar ketertinggalan hingga berakhirnya jabatan walikota di Februari 2021.

“Catatan pertama saya, kerjasama sangat penting. Kita tidak bisa kerja sendiri. Sebutir pasir pun begitu bermanfaat. Begitu juga pulau pun tidak bisa berdiri sendiri. Kenapa sungai bergelombang, laut berombak karena untuk menghidupkan ikan. Inilah saya ingatkan pentingnya tim work, tidak saling bersinggungan. Walaupun saya tahu ada ego masing-masing,” ucap Syaharie Jaang mengawali pengarahannya seusai pemaparan kinerja Pemkot Samarinda oleh Sekda Samarinda Sugeng Chairuddin dan Direktur Utama PDAM Tirta Kencana Nor Wahid Hasyim, Senin (7/1).

Begitu pula sebutnya dengan kritikan agar tidak membalasnya, melainkan menerima kritikan sebagai masukan positif. 

“Kalau ada yang mengkritik, karena dia mengingatkan kita. Daripada teman yang memuji kita, itu ibarat racun tikus yang mematikan kita,” tutur Jaang dihadapan Asisten, Staf Ahli, kepala OPD beserta sekretaris, kepala Bagian, Camat, Lurah, pimpinan Puskesmas dan direktur Perusda kota Samarinda.

Jaang mengatakan bagaimana meninggalkan yang baik untuk Samarinda diakhir kepemimpinannya. 

“Harapan saya kedepan harus ada kerjasama dengan baik kepala OPD dengan stafnya bahkan sekretaris. Kita jangan takut kalah bersaing dengan bawahan kita. Saya waktu di perusahaan, malah membentuk anak buah saya sehingga menjadi SDM yang mumpuni, bukan takut bersaing,” ungkapnya.

Jaang tak ragu-ragu menyebutkan akan melakukan evaluasi para pejabatnya. “Jangan takut dimutasi. Mutasi itu hal yang biasa dan ada standartnya. Bahkan kita juga sudah melakukan assessment pejabat untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Melihat kondisi yang ada, kita harus up grading dan terus belajar. Saya aja kalau mau sambutan acara, belajar dulu dan harus ada goalnya dari sambutan. Bukan sekedar sambutan,” ungkap Jaang.

Sebelumnya Sekda Sugeng Chairuddin menyampaikan rapat evaluasi pencapaian kinerja ini selain sesuai perundangan juga perintah lisan dari walikota.

“Rapat hari ini bukan hanya pencapaian kinerja, tapi bagaimana percepatan di sisa masa kerja walikota. Jangan sampai beliau meninggalkan utang pekerjaan apalagi utang uang. Nanti ada tim yang akan menyampaikan kekurangan-kekurangan OPD,” tegas Sugeng.

Sugeng menyampaikan capaian kinerja berdasarkan visi misi walikota. Diantaranya misi pertama yang mencapai 93,03 persen. Misi pertama walikota, yaitu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, bebas korupsi ditunjang aparatur yang berintegritas tinggi, professional dan inovatif.

“Ini diantaranya melakukan assessment untuk pemetaan kemampuan kita. Jadi bukan berdasarkan katanya-katanya,” tegas Sugeng.

Misi kedua, memantapkan kapasitas pengelolaan keuangan kota Samarinda yang akuntabel dalam menunjang pembiayaan pembangunan sebesar 89,42 persen.

“Misi ke 3 dan 6 perlu kerja keras lagi. Perlu dipacu untuk mencapai target di akhir masa jabatan. Jangan sampai menyisakan utang pekerjaan,” tegasnya lagi.

Misi tiga itu sendiri, yaitu mewujudkan ruang kota yang layak huni. Diantaranya selain masalah jalan juga penanganan banjir. Untuk titik banjir terus menerus mengalami penurunan. Dari 50 di tahun 2016 menjadi 48 di tahun 2017 dan 46 di tahun 2018.

“Optimis banjir bisa berkurang 60 persen. Kita optimis, apalagi tahun ini propinsi juga memberikan dukungan. Untuk tingkat genangan 1 jam surut,” imbuhnya.

Sedangkan misi ke 6, yaitu mewujudkan iklim kehidupan masyarakat kota Samarinda yang harmoni, berbudaya dan religius.

Sugeng kembali mengingatkan pentingnya kerjasama tim dalam mencapai target. “Di pemkot tidak ada pahlawan, kita kerjasama,” tegasnya.(kmf2)

Penulis: Doni

Endang: Soal Pertamini, Kita Bisa Studi Tiru ke Jawa

Berita Sebelumnya

Penerangan Jembatan Mahulu Tugas Pemprov Kaltim

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar