147 Kali

SAMARINDA – Wali Kota Samarinda Dr Andi Harun menerima audiensi tiga Direksi beserta tiga Dewan Pengawas (Dewas) Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kencana Kota Samarinda di Ruang Kerja Wali Kota Samarinda Lantai 2 Balaikota, Selasa (02/03/2021).

 

Pada kesempatan itu Direktur Utama Perumdam Tita Kencana Kota Samarinda Nor Wahid Hasyim didampingi Direktur Umum Yusfian Noor dan Direktur Teknik Ali Rachman AS mengatakan peresmian Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Lingai II dengan kapasitas 50 liter per detik ditargetkan akan beroperasi di akhir April 2021. Dengan beroperasinya IPA tersebut akan menghilangkan penggiliran aliran air di area DI Panjaitan, PM Noor, Damanhuri, Gerilya, Sentosa Dalam, Mugirejo dan Wahid Hasyim II.

 

Untuk IPA Tirta Kencana 6, lanjut Wahid akan ditargetkan pada Maret 2021 dan akan mengalirkan air secara 24 jam untuk area Wiratama, Anggur, Biawan, Proklamasi, Trisari dan Batubara serta dr Soetomo.

 

Sementara untuk IPA Makroman akan terus dilakukan optimalisasi pelayanan dengan target optimalisasi pada Maret 2021 dan akan menghilangkan penggiliran aliran air di area Pelita 4 (Perumahan Sambutan Asri), Handil Kopi, Puri Mas, Pelita 5, 6 dan 7 serta Rapat Mahang.

 

“Target pada awal Mei 2021 akan ada perbaikan filter Cendana untuk kualitas air di area AW Syahranie, Wahid Hasyim II, Jalur Kota dan juga Jalur Korem,” ungkap Wahid.

 

Mendengar penjelasan tersebut, Andi Harun memberikan sedikit catatan terkait air bersih. Ia menanyakan perlu investasi dan waktu berapa lama agar seluruh wilayah Kota Samarinda dapat teraliri air bersih.

 

Air keruh pun tak luput dari perhatiannya. Ia menanyakan mengapa sampai saat ini Perumdam belum bisa mengatasi persoalan air yang keruh yang sering dikeluhkan masyarakat.

 

“Apa masalahnya, kalau itu membutuhkan treatment (perawatan), treatment nya seperti apa dan butuh modal seberapa banyak agar kondisi air kita seperti di DKI, Surabaya, Semarang, jernih, kenapa saya ingin mendorong ini, karena saya ingin diakhir periode saya masalah Perumdam setidaknya 70 – 80 % sudah selesai,” ujar Andi.

 

Andi memahami, selain profit, ia juga berharap kepada Perumdam harus mengutamakan public services (Pelayanan Publik, red). Oleh itu Andi meminta kepada ketiga Direksi dan seluruh Dewan Pengawas agar dipresentasi mendatang ada harapan dalam kurun waktu satu atau dua tahun ini perusahaan daerah ini benar – benar prima baik dari sisi produk maupun pelayanan. (fer/don/kmf-smd)

 

Rusmadi Tinjau Puskar di Puskesmas Sei Siring dan Lempake, Komitmen Penanganan Covid-19

Berita Sebelumnya

Banyak Pengguna LPG 3 Kg Tidak Tepat Sasaran

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar