20 Kali

SAMARINDA. Pemicu semangat untuk terus bisa mengendalikan inflasi dari berbagai gejolak sekaligus wujud terima kasih atas diraihnya penghargaan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dari Presiden RI yang ketiga kalinya secara berturut-turut, Pemkot Samarinda menggelar syukuran.

Syukuran kali ini berbeda dari biasanya. Dilaksanakan di atas kapal wisata dengan mengarungi sungai mahakam dan doa dipimpin Ketua MUI Kota Samarinda KH. Zaini Na'im, Selasa (30/7).

Selain syukuran TPID, juga dirangkai dengan apresiasi kepada para juara pada lomba Hari Keluarga Nasional (Harganas) tingkat provinsi Kaltim baru-baru ini di Kutai Barat.

"Alhamdulillah kita mendapat penghargaan TPID yang untuk ketiga kalinya. Ini tidak gampang dan bukan hanya kerja kita sendiri, ada tim TPID, distributor dan masyarakat," ujar putra kelahiran Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu ini.

Jaang menegaskan bahwa masyarakat itu tidak tahu dengan apa itu inflasi, bahkan di Pemkot sendiri ada staf yang tidak mengerti inflasi.

"Masyarakat itu tahunya bagaimana barang itu bisa dibeli. Bagaimana bisa dibeli, ya barang harus lancar distribusinya, sehingga selalu ada, harga terjangkau dan barang berkualitas," ucap Jaang.

Seperti beberapa waktu lalu sebutnya, Pemkot Samarinda bersama TPID yang didukung distributor melakukan upaya agar harga bawang putih kembali normal yang melonjak di angka Rp 140 ribu per Kg.

"Walaupun saya tidak ada di tempat, saya terus koordinasi dengan Pak Sekda (Sugeng Chairuddin, red) agar bersama tim TPID melakukan upaya. Alhamdulillah bisa menstabilkan kembali harganya," beber Jaang yang hadir bersama isteri Puji Setyowati.

Selain itu sebutnya juga melakukan intervensi atas harga ayam potong melalui PDPAU kota Samarinda dimana mereka menjual ayam beku dengan harga terjangkau.

"Di zaman Pak Nur (Kepala Perwakilan BI Kaltim waktu Syaharie Jaang sebagai Walikota periode pertama), juga kita melakukan intervensi harga cabe. PKK kita libatkan dengan membagi-bagikan bibit cabe, saya juga yang biasa tidak pernah panen cabe, juga memanen cabe," kisah Jaang lagi.

Jaang mengungkapkan kegembiraan di saat menerima TPID yang ketiga kalinya, dimana daerah kelahirannya Kabupaten Mahakam Ulu kategori kabupaten mendapat penghargaan TPID, sedangkan untuk provinsi, Pemprov Kaltim juga dapat.

"Kita lengkap. Pemprov, Pemkot dan Pemkab dapat TPID dan satu-satunya di Kalimantan,” tandasnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltim Tutuk SH Cahyono yang belum sebulan menjabat mengapresiasi atas raihan penghargaan TPID yang ketiga kalinya ini.

“Luar biasa Pak Wali tiga kali berturut meraih TPID Award dari Presiden. Meraih memang mudah, tapi yang berat ini mempertahankan. Apalagi bisa sampai tiga kali. Luar biasa. Saya optimis dengan Pak Wali bisa kembali mempertahankan. Yang penting bersinergi dengan baik, berkemauan memajukan masyarakat dan menstabilkan ekonomi,” ucap Tutuk yang sebelumnya menjabat Kepala Grup Departemen Statistik BI di Jakarta.

Syukuran dengan menggunakan 2 kapal wisata ini dihadiri Sekda Samarinda Sugeng Chairuddin, perwakilan BKKBN Provinsi Kaltim, Biro Ekonomi Provinsi Kaltim, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Samarinda Nurul Mu’minayati dan beberapa Kepala OPD, perwakilan TPID Samarinda dan para juara lomba Harganas.(kmf2)


Penulis/Editor: Doni

BPBD Sosialisasikan Penyusunan Dokumen Kajian Resiko Bencana

Berita Sebelumnya

Kedua Kalinya Diskominfo Gelar Kompetisi Hackathon 2.0

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar