124 Kali

SAMARINDA. Anggaran Covid-19 di Kota Samarinda sebesar Rp 350 Miliar dari Belanja Tidak Terduga (BTT) kini telah terealisasi 2,48 persen. Hal ini dikemukakan Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Sugeng Chairuddin dalam rapat koordinasi Pendampingan Penanganan Covid-19 di Provinsi Kaltim melalui Video Conference dipimpin Plt Sekprov Kaltim, M Sa’bani dengan diikuti Sugeng dan jajaran di ruang rapat lantai III Balaikota, Rabu (13/5).


Rakor pendampingan tersebut dengan agenda pembahasan Update Refocusing Anggaran dan Progres Penyaluran Bansos, serta Mekanisme Koordinasi Pusat, Pemprov, Pemkab dan Pemkot.

Pemkot Samarinda menurut Sugeng mencoba merefocusing kegiatan-kegiatan yang harus dialihkan kepada kegiatan penanganan Covid-19. 


“Untuk pembiayaan penanganan Covid dibagi menjadi 3 bidang, pertama  kesehatan, penanganan dampak ekonomi dan belanja Jaring Pengaman Sosial. Sedangkan untuk realisasinya sampai dengan sekarang baru kurang lebih 2.48 persen,” ungkap Sugeng.


Dikatakan Sugeng, skenario yang akan dilakukan adalah ketika terjadi outbreak di Kota Samarinda ada 3 skenario yang diterapkan dalam penanganan Covid-19 ini yaitu skenario awal, lanjutan lalu outbreak.

Dijelaskan pula bahwa dana yang ada tersebut digunakan untuk beberapa program yaitu di hulu dan hilir. 


“Untuk hulunya yaitu kegiatan bagaimana kami berusaha  sebanyak mungkin mendapatkan ODP, sehingga pandemi ini bisa lekas dilacak sebanyak mungkin di Kota Samarinda,” terang Sugeng.


Kemudian lanjutnya mensosialisasikan himbauan Pemerintah seperti social distancing, psychical distancing dan lainnya.


“Kami juga membentuk jalur khusus Call Centre 112 untuk mempermudah masyarakat Samarinda melaporkan diri kalau ada indikasi Covid-19. Kami juga menambah tugas tupoksi untuk Kampung KB agar aktif dalam kegiatan penanganan Covid-19 ini,” jelasnya. 


Sedangkan di hilirnya menurut Sugeng mengadakan kegiatan memastikan jumlah tenaga kesehatan betul-betul terpenuhi, memastikan jumlah ODP ini bisa terpenuhi, dan memberi semangat kepada tenaga medis supaya terus terpompa. 


“Selain itu di hilir kami juga ada program dampak dari ekonomi yaitu dengan program Behambinan, belanja dengan aplikasi. Ini bagaimana meningkatkan upaya sektor ekonomi yang terbilang lemah karena banyak pelaku usaha yang tidak bisa beraktifitas karena dampak Covid-19,” katanya.


Mendukung Behambin ini lanjut Sugeng, ASN di Pemkot Samarinda diwajibkan untuk belanja lewat program Behambinan ini. Karena bisa sedikit membantu penjualnya, juga UMKM yang terdampak Covid-19. 


“Di pasar-pasar tradisional kami juga mendorong untuk berjualan secara online. Yang mana sekarang tingkat kunjungan antara 40 sampai 50 persen yang datang ke pasar,” pungkasnya. (KMF5)


Penulis: Afdani—Editor: Doni

Doa Kebangsaan dan Kemanusiaan, Jaang Sebut Bukan Hanya Imun, Iman Juga Ditingkatkan

Berita Sebelumnya

Lewat Vidcon, Barkati Sampaikan Stok Sembako Aman Jelang Lebaran

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar