64 Kali

SAMARINDA.KOMINFONEWS - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Samarinda Studi Tiru Pelatihan Penanggulangan Bencana, Dapur Umum dan Pelatihan marching band pada 1 Kota dan 2 Kabupaten di Kalimantan Timur (Kaltim).

Sebanyak 160 personel yang diikutkan pelatihan terbagi menjadi 3 kloter secara bergantian yang terdiri dari 45 personel ke Kabupaten Kutai Timur (Kutim), 55 orang ke Kota Bontang dan 60 ke Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang mana masing-masing didampingi pejabat struktural beserta jajaran, kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari, Senin, (22/11/2021) pagi.

Kegiatan ini dibawah Bidang Sumber Daya Manusia (SDA) Satpol PP bertujuan sharing untuk mendapatkan informasi program kegiatan maupun inovasi-inovasi terkait, yang mana Seksi Pelatihan Dasar membawahi Marching Band dan Penanggulangan Bencana serta Dapur Umum. 

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kota Samarinda Muhammad Darham menekankan, pelatihan dan studi tiru ini untuk memahami tentang metode penyelamatan korban bencana terutama saat diinstruksikan untuk mendirikan tenda pengungsi maupun dapur umum, baik saat terjadinya banjir maupun musibah lainnya.


“Sebagai contoh, saat terjadinya bencana banjir di Kota Samarinda Tim Reaksi Cepat (TRC) Satpol PP langsung turun dan memantau titik mana saja yang tergenang serta mana saja terindikasi genangan itu lambat turun, dari laporan tersebut sesegera langsung melaporkan kepada pimpinan, yang nantinya pimpinan akan berkoordinasi dengan Dinas Terkait serta TNI-Polri. Bila intruksi untuk mendirikan tenda pengungsian serta dapur umum, kita sudah membagi tugas dengan OPD terkait dimana saja yang akan dibangun juga titik mana yang akan diberikan tanggung jawab ke Satpol PP,” beber Darham.

Kepala Bidang Sumber Daya Manusia (SDA) Satpol PP Kota Samarinda Rustam menyampaikan, pendidikan yang diberikan simulasi tenda darurat, dapur umum serta pendalaman marching band mulai dari anggotanya, pelatihnya serta penganggarannya.


“Setiap anggota perwakilan disetiap Kabupaten/Kota yang dikunjungi bahwa studi tiru ini akan membuat setiap anggota Mako lebih siap ketika diperlukan kapan saja saat terjadi bencana maupun sebelum terjadinya dan menguatkan mental setiap anggota,” ungkap Rustam.

Kepala Seksi Pelatihan Dasar Maradona Abdullah menambahkan, baik bencana banjir ataupun tanah longsor yang mungkin saja terjadi serta memerlukan bantuan secepatnya ketika itu terjadi, maka dengan adanya simulasi tersebut bisa ditangani cepat, akurat dan tepat sasaran.

“Dengan adanya pelatihan ini, kami berharap kedepannya masing-masing anggota serta pejabat strukturalnya mampu dan siap terhadap resiko, meski tidak mengharapkan bencana itu terjadi, namun kewaspadaan itu sangat penting,” tutup Kasi Pelatihan Dasar (FAN/DON/KMF-SMD)


Tekan Penyebaran Covid 19, Giliran Kawasan Sungai Pinang Jadi Terget Operasi Yustisi Prokes

Berita Sebelumnya

Buka Muskot, Wawali Berharap WHDI Menjadi Pelangi Indah

Berita Selanjutnya

Yang Lain di Informasi OPD

Tinggalkan Komentar