298 Kali

SAMARINDA. Walikota Samarinda, Syaharie Jaang mengingatkan kepada jajaran staf di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda agar tidak lengah dan takabur.

 

“Kita tidak boleh lengah, tidak boleh takabur Samarinda jauh dari laut dan gunung berapi, sehingga aman dari gempa maupun tsunami. Ingat waktu gempa di Palu, kita juga ikut merasakan goyangan hingga di Lembuswana,” ucap Syaharie Jaang dalam sambutannya saat meresmikan kantor baru BPBD di Jl Sentosa Dalam, Rabu (8/1).

 

Tidak hanya itu, Jaang juga menyampaikan pasukan BPBD bukan hanya bertugas di daerah sendiri saja, melainkan bagian dari daerah luar yang terjadi bencana.

 

“Kita juga peduli dengan memberikan bantuan. Termasuk menurunkan tenaga dan peralatan. Kalau dibutuhkan negara, kita harus siap. Begitu pun dengan peralatan, digunakan atau tidak digunakan harus siaga. Jangan sampai terjadi masalah, operator tidak ada, sopir juga tidak ada, bensin tidak ada, sampai mobilnya mogok. Jadi peralatan harus dirawat dan siap pakai kapan pun,” ungkap Jaang.

 

Oleh karena itu, Walikota mengingatkan peralatan yang banyak ini agar tidak sampai tak bisa digunakan.

 

“Menguasai peralatan, tapi tidak bisa mengendalikan dan mengoperasikan. Harus ada training. Ibarat HP canggih tapi tidak bisa menggunakannya,” imbuh Jaang lagi.

 

Pria kelahiran Mahakam Ulu ini juga mengapresiasi, di zaman Aji Syarif Hidayatullah menjabat Plt Kepala BPBD sempat membangun Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) yang bisa memantau lokasi bencana dan berkomunikasi.

 

“Alhamdulilah, peralatan kita ini didukung 75 persen dari pusat. Jangan sampai tidak bisa digunakan saat diperlukan,” katanya.

 

Jaang juga bercerita bahwa dirinya merupakan relawan Balakarcana dan memiliki Balakarcana.

 

“Waktu saya menjabat sebagai Wakil Walikota, masih banyak yang belum kenal saya. Kalau kebakaran sampai tarik selang dan naik ke atas mobil pemadam. Jadi harus panggilan jiwa bicara bencana. Apapun jabatannya harus ditanggalkan,” tuturnya.

 

Sebelumnya, Plt Kepala BPBD Samarinda Hendra AH menyampaikan setelah Penanggulangan Bencana berpisah dengan Pemadam Kebakaran sudah beberapa kali pindah kantor, baik di eks Polresta Samarinda dan GOR Segiri.

 

“Alhamdulilah sekarang kita sudah menempati gedung defenitif eks Dinas Pasar yang sudah direhab total dan representatif. Gedung baru ini atas perjuangan Bapak Aji Syarif Hidayatullah ketika menjadi Plt selama 3 bulan. Terima kasih juga Pak Wali yang telah menyetujui,” tutur Hendra.

 

Tak hanya itu, Hendra juga menilai Aji Syarif yang juga Kepala Dinas Kominfo sebagai sosok inspirator, penuh inovasi buat kemajuan BPBD.

 

“Walaupun menjabat Plt dari bulan Februari sampai April 2019, telah menginisiasi pembuatan dokumen kajian resiko bencana bekerjasama dengan Tim Ahli Akademisi Unmul dan mendapat apresiasi dari BNPB sebagai BPBD pertama yang membuat dokumen kajian resiko bencana,” pungkas Hendra yang juga Sekretaris BPBD. (KMF2).

 

Penulis/Editor: Doni

Awal Tahun, Jaang Tinjau Progres 6 Titik Proyek Pembangunan

Berita Sebelumnya

Bersama BWS, Bahas Rencana Tindak Darurat Bendungan

Berita Selanjutnya

Yang Lain di Informasi OPD

Tinggalkan Komentar