63 Kali

SAMARINDA - Peringatan HUT Pemadam Kebakaran (Damkar) merupakan upaya untuk lebih meningkatkan komitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa, serta mewujudkan perlindungan masyarakat dari ancaman dan dampak kejadian kebakaran.

"Kebakaran merupakan ancaman serius, yang dapat terjadi kapan saja dan dimana serta waktu tidak terduga dapat mengakibatkan kerugian jiwa manusia dan harta benda," ucap Walikota Samarinda Syaharie Jaang dalam sambutannya ketika menjadi inspektur upacara HUT Damkar ke 100 Selasa di GOR Segiri Samarinda, Selasa (26/3).

Berdasarkan data Dinas Pemadam Kebakaran Kota Samarinda, selama tahun 2018 telah terjadi 433 kejadian, sedangkan tahun 2019 dari bulan Januari sampai dengan akhir Maret 2019 telah terjadi 158 kejadian, dengan rincian kebakaran permukiman penduduk sebanyak 51 kejadian, kebakaran lainya seperti kendaraan dan gardu sebanyak 9 kejadian. Sedangkan kebakaran dan hutan sebanyak 99 kejadian dan kebakaran lahan hutan.

Disamping itu, Walikota mengingatkan, memasuki tahun 2019 yang mempunyai agenda Nasional menentukan kualitas demokrasi Indonesia atau tepatnya tanggal 17 April 2019 seluruh bangsa Indonesia akan melaksanakan pesta demokrasi, pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden, anggota legislatif dan DPD. "Untuk itu kita harus mengawal proses demokrasi ini, memegang teguh netralitas birokrasi dan pemerintahan," tuturnya.

Walikota mengharapkan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Samarinda sebagai perangkat daerah yang mampu mewujudkan perlindungan seluruh lapisan masyarakat dan menjadi bagian penting pemersatu keberagaman warga Kota Samarinda. "Pantang pulang sebelum api padam, walaupun nyawa taruhannya," demikian walikota dengan tegas mengucapkan semboyan Damkar. (kmf14)

Penulis : Fany Dwi

Sosialisasi Pengembangan Objek Wisata Budaya Pampang

Berita Sebelumnya

Samarinda Kota Pertama, Sampaikan LKPD Tahun 2018

Berita Selanjutnya

Yang Lain di Informasi OPD

Tinggalkan Komentar