64 Kali

SAMARINDA. KOMINFONEWS – Wakil Wali Kota Samarinda Dr H Rusmadi mengapresiasi terselenggaranya Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka penyusunan naskah akademis kebijakan Peraturan Daerah (Perda) tentang pemberian fasilitas/insentif dan kemudahan penanaman modal di Kota Samarinda.

“Apresiasi kepada DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Red) bersama jajaran dan tim Fakultas Hukum Universitas Mulawarman yang telah melakukan kajian akademik dalam rangka penyusunan naskah akademis kebijakan Perda pemberian insentif dan kemudahan penanaman modal di Kota Samarinda. Dengan memberi insentif dan kemudahan penanaman modal, maka kita bisa memberi ruang cukup luas untuk tumbuhnya investasi di kota ini,” ucap Rusmadi dalam arahannya pada FGD yang dilaksanakan DPMPTSP di Hotel Aston Samarinda, Rabu (17/11/2021) siang.

Rusmadi mengatakan pemerintah pusat juga telah memberikan kemudahan insentif untuk mudahnya investasi di negeri ini. Apalagi di situasi pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid1-9) saat ini, pemerintah terus memberikan berbagai stimulus dalam rangka pertumbuhan ekonomi yang terdampak melalui genjotan pertumbuhan investasi.

“Pemkot juga terus berkomitmen memberikan kemudahan dan menciptakan iklim kondusif demi hadirnya investasi dunia usaha di kota ini,” kata Rusmadi.


Apalagi menurut Rusmadi, sesuatu yang tidak mungkin dengan APBD minim untuk Pemkot menjadi trigger atau pemicu dalam membangun. “Oleh karena itu, Pemkot mengajak seluruh dunia usaha untuk bersama-sama meringankan beban pemerintah. Ini menjadi persoalan serius Kota Samarinda yang membutuhkan investasi agar ekonomi bergerak. Karena semua daerah terus bergerak berlomba-lomba dalam pemulihan ekonomi,” katanya,

Rusmadi mengakui, dalam hal menarik investor bukanlah tugas ringan. Apalagi ke depan Samarinda sebagai daerah penyangga Ibu Kota Negara (IKN). Rusmadi berpesan agar dalam FGD ini bisa memberikan masukan terkait kebijakan insentif dan kemudahan usaha.

“Kadin, HIPMI, dan dunia usaha yang hadir,  tolong berikan masukan kemudahan, bukan kebijakannya sehingga mendorong kemudahan masuknya investasi,” pinta Rusmadi.

Menurutnya, hal ini penting bagi daerah walaupun kemudahan sudah dilakukan oleh pemerintah pusat termasuk pendaftaran secara online, perizinan melalui Online Single Submission (OSS). “Pusat telah memberikan kemudahan, sehingga kita dunia usaha harus mendukung. Dalam FGD ini juga dunia usaha tolong terbuka. Hitam katakan hitam, putih jangan katakan hitam karena masukan ini penting dalam rangka penyusunan Perda pemberian insentif dan kemudahan berinvestasi,” tegas Rusmadi.

Rusmadi optimis, setelah produk hukum ini dibuat, maka investor akan lebih tertarik menanamkan modal di Kota Samarinda, untuk taraf perekonomian yang lebih baik. “Kebijakan ini tentu saja menjadi salah satu upaya mendukung terwujudnya Samarinda sebagai Kota Pusat Peradaban,” tandasnya.

Sementara Plt Sekretaris DPMPTSP Samarinda Matilda Bulan mengatakan FGD diikuti 50 peserta dari berbagai institusi, akademisi, Kadin, HIPMI, komunitas UMKM, dan pelaku Usaha. Adapun FGD langsung dipimpin tim penyusun dari Fakultas Hukum Unmul terdiri dari Dr M Fauzy SH MH, Rika Erawaty SH MH, Syukri Hidayatullah SH LLM dan Setya Utomo SH MKn.  (DON/HER/KMF-SMD)

Bahas Masalah Banjir, Forum Ketua RT Loa Bakung Audensi Bersama Wawali Rusmadi

Berita Sebelumnya

RSUD dan Pelabuhan Curah Palaran Dapat Lampu Hijau Dibiayai Skema KPBU

Berita Selanjutnya

Yang Lain di Informasi OPD

Tinggalkan Komentar