195 Kali

SAMARINDA. Wali Kota Samarinda, Dr H Andi Harun menyebut masih banyak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda yang berjalan secara parsial. Terutama soal minimnya koordinasi antara satu dengan yang lain demi sinergitas kerja.

Hal ini diungkapkan Wali Kota saat memberikan arahan dalam Rapat Evaluasi Program 100 Hari Kerja, di Ruang Rapat Wali Kota, Kamis (27/5/2021) siang. Ia mengaku sengaja mengundang semua unsur terkait untuk mendukung program 100 kerja, sehingga bisa saling bersinergi. Oleh sebab itu, orang nomor satu di Kota Samarinda ini meminta kepada seluruh OPD untuk jangan berpikir bahwa ini hanya sekadar untuk mengejar 100 hari kerja.

“Kita menetapkan 100 hari kerja agar memberikan pesan kepada pimpinan OPD buat merumuskan masalah-masalah kinerja jangka panjang. Percuma saja di dalam program kita harus tertib PKL (Pedagang Kaki Lima, Red), tertib pasar, dan tertib parkir, akan tetapi pasca 100 kerja itu semua kembali seperti semula,” kata Wali Kota mengingatkan.

“Pertama kita tidak boleh berubah strategi yakni pasar harus tertib, parkir harus tertib. Kemudian yang kedua berbicara soal taktik, taktik kita bagaimana mengeksekusi untuk mencapai strategi ini. Selanjutnya yang ketiga adalah kita tentukan bagaimana mereka bisa tertib, dan yang keempat adalah kalaborasi antar kekuatan. Tidak bisa dibiarkan hanya satu OPD yang jalan sendiri,” jelasnya.

Selanjutnya Wali Kota meminta agar ke depan para Asisten untuk bisa segera mengambil keputusan prakarsa sesuai bidangnya masing-masing guna menyelesaikan masalah kebuntuan koordinasi.

“Mari kita bekerja secara tulus. Jangan berpikIr kita bekerja hanya untuk bisa dilihat oleh atasan. Kalau hanya untuk bisa dilihat Wali Kota atau Wakil Wali Kota, kami ini akan berakhir paling lama dua periode. Begitu juga Bapak/Ibu di sini tidak selamanya menjadi Sekda (Sekretaris Daerah, Red) atau Kepala OPD. Luar biasanya adalah bila kita meninggalkan kenangan yang baik untuk kota kita, Samarinda. Contohnya Pasar Segiri tertib parkirnya sekarang di zamannya Kepala Dinas Pak Herwan Rifai (Kepala Dinas Perhubungan, Red), Smart City kita bagus di zamannya Pak Dayat (Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Aji Syarif Hidayatullah, Red), jalan-jalan bagus dan tidak ada berlubang di zamannya Pak Hero (Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Hero Mardanus, Red). Itu contoh yang saya harapkan ke depan,” tandasnya. (BAR/HER/KMF-SMD)

 

Mantapkan Pro-Bebaya, Wali Kota: Suka Tidak Suka, Anggaran Rp100 Juta Tiap RT Harus Dialokasikan

Berita Sebelumnya

Lantik Pengurus TP PKK Kota Samarinda Periode 2021-2023, Wali Kota Pesan Perkuat Solidaritas Perkecil Perbedaan

Berita Selanjutnya

Yang Lain di Informasi OPD

Tinggalkan Komentar