SAMARINDA, KOMINFONEWS — Dalam upaya memperkuat ketahanan siber, khususnya pada aplikasi dan layanan berbasis perangkat bergerak, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Samarinda menggelar Pelatihan Teknis Keamanan Siber dengan fokus pada Dasar Hacking dan Mobile Security Pentesting berbasis Android.
Pelatihan berlangsung selama tiga hari, mulai Rabu (19/10/2025) hingga Jumat (21/10/2025), di Ruang Command Center Diskominfo Kota Samarinda. Untuk memastikan materi yang diberikan relevan dan mendalam, Diskominfo bekerja sama dengan Sysbraykr, tim ahli keamanan siber yang berpengalaman dalam bidang mobile security.
Di era ketika sebagian besar layanan publik digital diakses melalui perangkat seluler, ancaman terhadap platform Android menjadi perhatian serius Pemerintah Daerah. Pemda mengelola berbagai data pribadi krusial—mulai dari kependudukan, kesehatan, hingga keuangan—yang sangat rentan mengalami kebocoran jika aplikasi atau sistem memiliki celah keamanan. Serangan pada aplikasi layanan perizinan ataupun administrasi kependudukan berbasis mobile berpotensi menghambat operasional secara signifikan.

Kepala Diskominfo Kota Samarinda, Dr. H. Aji Syarif Hidayatullah, M.Psi saat membuka pelatihan menegaskan bahwa keamanan data dan informasi publik merupakan prioritas utama. Ia menyampaikan bahwa Diskominfo memiliki tanggung jawab untuk memberikan edukasi kepada seluruh pengguna aplikasi di perangkat daerah agar mampu membangun budaya keamanan siber.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap para peserta dapat mengidentifikasi kerentanan pada aplikasi Android dan segera memperkuat sistem pertahanan siber di unit kerjanya masing-masing,” ujarnya.
Selama pelatihan, para peserta dari berbagai instansi pemerintah daerah mempelajari sejumlah materi teknis, antara lain:
- Dasar Ethical Hacking dalam konteks mobile.
- Pemahaman cara kerja serangan siber pada sistem Android
- Teknik Mobile Pentesting menggunakan tools standar untuk menguji keamanan aplikasi Android
- Identifikasi kerentanan umum pada aplikasi mobile, seperti Insecure Data Storage dan Broken Authentication

Penerapan keamanan siber berbasis Android yang kuat diharapkan mampu meminimalkan potensi kerugian akibat serangan, melindungi data sensitif, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan digital Pemerintah Kota Samarinda. (RID/ASYA/KMF-SMR)
Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda
Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda
Tinggalkan Komentar