766 Kali

SAMARINDA. KOMINFONEWS – Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo)  Kota Samarinda mengikuti Evaluasi Program Gerakan Menuju Kota Cerdas (Smart City) Tahun 2022 yang dilaksanakan secara virtual di Command Center Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Samarinda, Rabu (5/10/2022).

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Kominfo Kota Samarinda Aji Syarif Hidayatullah didampingi Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian Kota Samarinda Ibnu Araby dan Kepala Bidang Pengembangan Aplikasi dan Layanan E – Government Diskominfo Kota Samarinda Suparmin serta Ketua Dewan Smart City Syaparudin.

Sebagai informasi, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia menyelenggarakan acara evaluasi Gerakan Menuju Smart City untuk menilai perkembangan gerakan ini. Pada acara evaluasi yang berlangsung secara online tersebut, pimpinan kota / kabupaten yang telah mengikuti Gerakan Menuju Smart City diminta memaparkan perkembangan program smart city mereka yang dilengkapi dengan data pendukung.

Dalam paparannya, Kepala Bidang Pengembangan Aplikasi dan Layanan E – Government Diskominfo Kota Samarinda Suparmin menjelaskan Master Plan Smart City 2021 telah berakhir, sedangkan untuk tahun 2022 saat ini masuk dalam tahap pengerjaan dan menyelesaikan Buku Satu. Dalam pengembangan Master Plannya dia katakan menggunakan metode yang sama seperti pada tahun 2017, yakni Buku Satu, Buku Dua hingga Executive Summary (Ringkasan Eksekutif).

“Jadi saat ini sudah masuk ke Buku Dua dan sedang dalam proses desking dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Dewan Smart City,” ujar Suparmin.


Untuk Pengelola Smart City Kota Samarinda, lanjut Suparmin, Kota Samarinda telah mengadakan Rapat Koordinasi Validasi Data dan Penetapan Penerima Bantuan SSN (Social Security Number) serta Koordinasi Terkait Tata Kelola Keuangan Program SSN yang di Luncurkan pada tanggal 16 Agustus 2022 sekaligus peresmian Berambai Free Wifi dan Early Warning System (EWS) yaitu sistem peringatan dini yang telah terpasang saat ini adalah sebanyak 3 (tiga) alat sensor, yaitu 2 (dua)  sensor sonar untuk mengukur ketinggian permukaan air waduk benanga dan sungai Mahakam, serta 1 (satu) sensor pengukur tingkat curah hujan di wilayah pampang dan secara bertahap akan ditambahkan alat sensor di banyak titik untuk mendukung peringatan dini banjir di Kota Samarinda.

Dia juga menjelaskan Program Smart City yang sudah berjalan di tahun 2022 diantaranya Satu Aplikasi Terintegrasi (Santer) atau Super App, Single Sign On (semua layanan di Kota Samarinda aplikasinya menggunakan satu portal Single Sign On, cukup satu kali Sign On maka sudah bisa masuk ke beberapa aplikasi, kemudian ada Smart RT untuk pengelolaan Pro-Bebaya, Pajak dan Retribusi, E-Parking, Market Place (Bebaya Mart), Social Security Number (SSN) dan GIS Tata Ruang.

“Untuk pembangunan infrastruktur pendukung Smart City saat ini kita telah memiliki data center dan dikelola sendiri, saat ini sedang ada peningkatan kapasitas data centernya, kemudian ada penambahan titik backbone antar perangkat daerah melalui fiber optik, peningkatan peran Command Center, penambahan titik CCTV yang bisa diakses oleh masyarakat melalui aplikasi SANTER, serta penambahan akses WIFI publik dan penambahan internet di daerah Blankspot,” ujarnya.

Usai penjelasan paparan oleh Suparmin, kegiatan dilanjutkan dengan tanya jawab terkait Evaluasi Program Gerakan Menuju Kota Cerdas (Smart City) oleh penguji dari Kementerian Kominfo yakni Rini Rachmawati, Hari Kusdaryanto, Mariam F Barata, Teddy Sukardi dan Aisyah. (FER/KMF-SMR).

Pemkot Samarinda Tingkatkan Sinergitas dengan TNI-Polri

Berita Sebelumnya

PKA Angkatan VI, Rusmadi Paparkan Manajemen Perubahan Sektor Publik

Berita Selanjutnya

Yang Lain di Informasi OPD

Tinggalkan Komentar