43 Kali

SAMARINDA. Membangun sinergi penyebaran informasi program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Samarinda dan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) menjalin kerjasama. Hal ini ditandai dengan penandatangan kerjasama antara Walikota Samarinda Syaharie Jaang bersama Kepala Diskominfo Samarinda Aji Syarif Hidayatullah dan Kepala DPPKB Nurul Mu'minayati di Ruang Command Center Dinas Komunikasi dan Informatika, Senin (14/10).

Syaharie Jaang pada kesempatan ini menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada warga Samarinda yang menjalankan tugasnya sebagai relawan kader KB.

"Karena hasil kinerja mereka Pemerintah dapat mengetahui keberadaan keluarga sejahtera dan keluarga pra sejahtera, sehingga dapat mendukung terwujudnya program ketahanan keluarga," ucap Jaang.

Oleh karena itu, Jaang sangat menyambut baik adanya kerjasama sinergi penyebaran informasi program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga.

Sementara Sekretaris Diskominfo, Dian Ruhendra mewakili Kadiskominfo dalam sambutannya melaporkan telah melakukan integrasi data kependudukan dengan Disdukcapil Kota Samarinda, sehingga data yang ada telah dapat dibagi-pakaikan oleh OPD lain, baik perizinan, kecamatan dan kelurahan utamanya dalam mendukung Satu Data Indonesia Satu Data Samarinda.

"Hal ini menjadi jauh lebih mudah mengingat Pemkot Samarinda telah memiliki jaringan komunikasi lokal berbasis fiber optic di semua OPD yang terintegrasi dengan ruang pusat komando dan pusat data Kota Samarinda yang berlokasi di Balai Kota," terang Dian.

Sebelumnya, beberapa waktu lalu telah digelar Sosialisasi Program Statistik Sektoral Berbasis Masyarakat dan Kolaborasi yang seyogyanya dibuka oleh Kadis Kominfo. Namun karena berhalangan hadir, maka diwakili oleh Kabid Persandian dan Statistik Kumarul Zaman.

Dalam sambutannya Kumarul mengatakan bahwa pembangunan di Indonesia tidak lepas dari ketersediaan data.

"Saat ini data merupakan suatu informasi yang sangat penting, dengan data itu juga kita akan dapat memberikan pelayanan yang lebih maksimal dan tepat sasaran," ucap Kumarul.

Sementara Kasi Statistik Bidang Persandian dan Statistik Diskominfo Sofyan Agus mengatakan, mencoba berkolaborasi dengan PPKBD yang ada di kelurahan. Menurutnya karena terlalu banyak petugas yang turun ke lapangan melakukan pendataan, padahal butir pertanyaan masih memiliki kesamaan satu sama lain.

"Permasalahan itu akan kita coba pecahkan melalui kolaborasi dengan instansi lain. Butir pertanyaan kita satukan dalam satu kuisioner elektronik dan itulah yang akan kita lakukan 1 hingga 2 tahun kedepan melalui program statistik sektoral berbasis masyarakat dan kolaborasi," terang Agus. (kmf13)

Penulis: Ferdy --Editor: Dony

Samarinda Launching Call Center 112

Berita Sebelumnya

Barkati: Kuncinya Satu, Harus Bisa Memberi Kepuasan Pelanggan

Berita Selanjutnya

Yang Lain di Informasi OPD

Tinggalkan Komentar