117 Kali

SAMARINDA. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda kini telah memiliki dokumen kajian resiko bencana. Hasil kajian dokumen yang telah disusun tadi, pada Jumat (20/12/) pagi disosialisasikan kepada seluruh unsur Camat, Lurah dan warga di aula Rumah Jabatan Walikota Samarinda, Jl S Parman. 

 

Dokumen kajian resiko bencana itu nantinya menjadi referensi oleh dinas atau Pemerintah dalam membuat kebijakan dalam mencegah dan menanggulangi bencana alam.

 

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Samarinda, Hendra mengatakan jika di Kota Tepian sendiri selama tahun 2019 telah terjadi bencana mulai dari musibah banjir, tanah longsor hingga kebakaran hutan. Oleh itu, melihat kondisi tadi pihaknya merasa perlu mempersiapkan perencanaan yang komprehensif, terarah, terpadu dan terkoordinasi untuk mengurangi risiko bencana.

 

“Salah satunya melalui sosialisasi hasil kajian resiko bencana yang telah kita susun. Tujuannya untuk memberikan pendampingan hingga aksi praktis langkah antisipasi terhadap penanggulangan bencana, mulai dari langkah evakuasi terhadap korban saat bencana hingga pasca bencana,” tuturnya.

 

Sementara Asisten I Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Tejo Sutarnoto dalam sambutannya menyampaikan hasil kajian resiko bencana yang pernah disusun sebelumnya pada tahun 2012 wajib untuk direview kembali seiring dengan pengembangan pembangunan kota dari tahun ke tahun.

 

Oleh itu sambungnya, lewat Sosialisasi Dokumen Hasil Kajian Resiko Bencana terbaru setidaknya BPBD sudah bisa melakukan pemetaan terhadap wilayah Samarinda yang rentan terhadap terjadinya bencana.

 

“Maksudnya supaya kita bisa melakukan upaya maksimal untuk mengurangi resiko bencana, baik yang timbul pasca bencana belajar dari musibah banjir dan tanah longsor yang terjadi di pertengahan tahun 2019 khususnya dari segi kerugian materi dan non materi,” ungkap Tejo.

 

Oleh itu pesannya, lewat sosialisasi kajian tadi setidaknya rancangan hasil kajian dokumen nanti bisa sinkron dengan Perencanaan Pembangunan Daerah berdasarkan hasil kajian risiko bencana. (kmf4)

 

Penulis: Ahmad Haidir --Editor: Doni

Samarinda Terbaik Daerah Tertib Ukur, Raih Penghargaan Dari Menteri Perdagangan RI

Berita Sebelumnya

MPP Pertama Di Kalimantan Diresmikan, Bukan Hanya Pelayanan Prima Juga Membahagiakan

Berita Selanjutnya

Yang Lain di Informasi OPD

Tinggalkan Komentar