96 Kali

    SAMARINDA - Pemkot Samarinda bersama Bank Indonesia perwakilan Kalimantan Timur  menggelar rapat koordinasi daerah guna membahas strategi pengendalian inflasi jelang Natal dan Tahun Baru 2019, di aula rumah jabatan walikota, Rabu (21/11) sore. Dalam paparannya Syaharie Jaang,  mengutarakan kalau pertemuan sore itu bertujuan untuk mengidentifikasi komoditas-komoditas utama penyebab inflasi. Sehingga hasil dari rakor tersebut dapat menentukan kebijakan dan langkah-langkah antisipasi untuk menciptakan stabilisasi harga pada komoditi yang dianggap meningkat dari segi harga maupun permintaan konsumen.

    “Karena bulan depan sudah masuk Desember, sebagai bulan penutup tahun tentunya mempengaruhi  persediaan  bahan pokok di daerah,” lontar Walikota.

    Oleh itu, untuk menjaga stabilitas harga pangan, ia meminta tim yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Samarinda  pada tanggal 4 Desember nanti  melakukan pantauan persediaan bahan makanan dan juga harga baik di pasar tradisional, modern dan pergudangan.

    Maksudnya, agar suplai pasokan bahan pangan termasuk BBM dan gas Elpiji yang ada di Samarinda  harus bisa memenuhi kebutuhan dan permintaan pasar yang akan melonjak tajam di akhir tahun.

    “Tolong kalau bisa dipantau hingga bulan Januari termasuk komoditi yang dianggap rawan pada kenaikan harga akibat permintaan  yang tinggi, jangan sampai mempengaruhi tingkat sensitifitas harapan masyarakat terhadap harga pangan,” pinta Jaang.

    Kepala  Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Timur Muhammad Nur, mengatakan dari Januari hingga Oktober inflasi di Samarinda berada di angka  3.77 persen. Kendati secara Kaltim, angka tadi masih masuk dalam target, tapi yang perlu diwaspadai di dua bulan terakhir, yakni  November dan Desember.

    “Karena untuk bulan Desember bakal ada hari Natal dan Tahun baru, biasa menyambut dua moment ini terjadi inflasi khusus untuk komoditi tertentu karena permintaan konsumen yang cukup tinggi,” ungkapnya.

    Oleh itu, perlu dilakukan pantauan harga dengan sidak di pasar-pasar yang ada di Samarinda sebagai upaya mengendalikan harga kebutuhan pangan di pasaran. Mengingat dari Januari hingga Oktober tambah Muhammad Nur ada komoditi tertentu yang memberikan tekanan cukup besar pada peningkatan inflasi di Samarinda. Seperti Daging Ayam Ras, Cabe dan Ikan Layang.

    “Komoditi tadi memberikan pengaruh yang sangat signifikan, terkhusus untuk daging ayam ras yang sempat bergejolak bisa melebihi target,” ungkapnya.

    Ia berharap, TPID Samarinda setidaknya bisa konsen terhadap komoditi penyumbang inflasi tadi, paling tidak bisa mengendalikan tingkatan harga di pasaran dengan kesediaan pangan yang cukup. Sehingga  target  inflasi diangka 3.41 persen bisa terwujud.

    Bahkan Kepala BI Kaltim ini juga mengapresiasi langkah Pemkot yang akan melakukan kerjasama dengan Pemkot Makassar, Bantaeng dan Pemkab Angrekang dalam memenuhi kebutuhan pangan untuk masing-masing daerah.

    Setidaknya menurut dia langkah tadi sangat bermanfaat dalam memberikan jaminan kepastian pangan untuk kota Samarinda itu sendiri. (kmf4)

Penulis:Echa

Jaang ‘Mewisuda’ Lulusan Mini University BI

Berita Sebelumnya

Walikota Apresiasi Veteran

Berita Selanjutnya

Yang Lain di Berita PPID

Tinggalkan Komentar