210 Kali

Di Tahap I, Samarinda Tempati Peringkat Pertama

    TANGERANG. Pemerintah Kota Samarinda terus menggenjot program Smart City (Kota Cerdas) dalam mendukung program Gerakan Nasional 100 Smart City. Setelah di evaluasi tahap I di Semarang menduduki peringkat pertama, kali ini kembali mengikuti evaluasi tahap II di Indonesia Convention Exhibition BSD City dari tanggal 12 - 14 Desember.

    Seperti diketahui, mewujudkan Kota Cerdas (Smart City) di Indonesia Kementerian Kominfo bekerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PUPR, Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, Kementerian PAN dan RB dan Kompas Gramedia menyelenggarakan Program Gerakan Nasional 100 Smart City.

    Dalam program ini Kota Samarinda telah ditetapkan sebagai 25 kota/kabupaten terpilih tahap pertama tahun 2017. Sementara tahun 2018 telah terpilih 50 kabupaten / kota dan selanjutnya tahun 2019 akan dipilih 25 kabupaten / kota kembali untuk melengkapi 100 kota cerdas di Indonesia.

    Kepala Dinas Kominfo Samarinda Aji Syarif Hidayatullah mengatakan Samarinda sebagai salah satu dari 25 Kota/Kabupaten yang terpilih mengikuti Program Gerakan Menuju 100 Smart City pada seleksi tahap I, telah selesai menyusun Master Plan Smart City pada tahun 2017-2025 yang sejalan dengan program yang sudah tertuang dalam RPJMD 2016 – 2021 dan akan menjadi dasar bagi program prioritas RPJPD 2021 – 2025.

    Dayat—demikian Aji Syarif disapa mengutarakan pada Evaluasi Smart City tahap pertama tanggal 25-26 Juli 2018 lalu di Balaikota Semarang, Samarinda menduduki peringkat pertama tingkat Improvement dari rata-rata dimensi yang menjadi penilaian yakni baseline, output, Outcame, dan Impact.

    Oleh karena itu sebutnya Samarinda terus berbenah dan berusaha mewujudkan apa yang sudah direncanakan melalui Master Plan Samarinda Smart City Tahun 2017-2025.“Rabu kemarin (11/12) kembali diundang Kementrian Kominfo untuk mengikuti Evaluasi Smart City tahap Kedua di Indonesia Convention Exhibition BSD City dari tanggal 12 Desember sampai 14 Desember 2018,” ungkap Dayat.

    Adapun puncaknya tanggal 14 Desember 2019 akan ada apresiasi kepada Kabupaten/Kota yang tergabung dalam gerakan menuju 100 smart city oleh Presiden Republik Indonesia. 

    Dayat dalam evaluasi tahap II kemarin memaparkan, bahwa perkembangan kota Samarinda mulai dari tahapan persiapan Samarinda Smart City dalam hal penyusunan Master Plan, penentuan Road Map,  rencana aksi hingga capaian yang telah dilaksanakan Kota Samarinda sebelum dan sesudah terpilih dalam program nasional menuju 100 Smart City.

    Lebih lanjut katanya, capaian Kota Samarinda di tahun 2018, terutama kegiatan yang menjadi prioritas tahun anggaran 2018 yakni Quick Win Smart City yang telah ditetapkan yaitu Integrasi system layanan publik dan Beautifikasi Kawasan Citra Niaga. Dalam paparan tersebut juga disampaikan rencana aksi smart city tahun anggaran 2019.

    Ditambahkan Sekretaris Dinas PUPR, Susy Sukmawati, kegiatan Quick Win Beautifikasi Citra Niaga akan dilaksanakan dalam 4 (empat) tahapan selama empat tahun sampai tahun 2021. Untuk tahap pertama telah dilaksanakan di tahun ini (2018), dan sampai hari ini progress capaian pembangunan sudah mencapai 90%.

    Dalam pengerjaan proyek ini katanya, terdapat beberapa kendala dihadapi, terutama dalam memberikan pengertian kepada para pedagang tentang pentingnya kegiatan ini.

    Kenapa kawasan Citra Niaga yang dipilih, sebutnya karena disamping kawasan ini merupakan kawasan yang strategis, dulu kawasan ini pernah mendapatkan penghargaan bergengsi di tingkat Internasional sebagai salah satu dari sebelas bangunan dunia yang meraih Aga Khan Award For Architecture putaran keempat pada tahun 1989 di Kairo Mesir. Sehingga kawasan ini perlu dibenahi kembali dan mengembalikan citranya yang sudah pudar.

    Selanjutnya untuk quick win yang kedua yakni Integrasi System layanan publik, ditambahkan kabid Aplikasi dan layanan E-Government Kominfo kota Samarinda  Suparmin, untuk progress capaiannya adalah 100 %, dimana Kota Samarinda telah berhasil membuat aplikasi yang berbentuk layanan masyarakat.

    Aplikasi itu, sebutnya seperti e-warga, e-kelurahan, dan antrian online yang telah terintegrasi dengan data kependudukan yang dimiliki Disdukcapil menggunakan api.samarindakota.go.id, serta integrasi e-musrenbang/SIPPD pada data Bappeda dengan data Simda Keuangan pada BPKAD sehingga usulan RKA 2018 hanya satu kali input saja melalui SIPPD.

    “Integrasi System ini implementasi dari Pilar Smart Governance, sedangkan Beutifikasi Citra Niaga merupakan implementasi dari 5 Pilar yang lain yakni Pilar Smart Branding, Smart Economi, Smart Siciety, Smart Living dan Smart Environtment,” terangnya.

    Ditambahkan Dayat, pada tahun 2019, kota Samarinda telah merencanakan beberapa kegiatan terkait dengan quick win Samarinda Smart City, yakni Revitalisasi Kawasan Citra Niaga tahap 2 (renovasi kios), Pengembangan jaringan metro intra opd, manage service, Pengembangan Command Center dan Data Center, dan Launching Branding Samarinda Waterfront City.

    Dimana untuk semua kegiatan tersebut sudah tercover dalam RKA tahun 2019 di masing-masing OPD yang membawahinya.

    “Untuk mewujudkan Samarinda Smart City perlu kerjasama dari beberapa pihak terutama dari pemerintah pusat baik dari bimbingan, evaluasi maupun dari segi keuangannya,” pungkasnya.(kmf2)

Penulis: Doni

        

Bertabur Apresiasi di Peringatan Hari Ibu

Berita Sebelumnya

Apel Nusantara Jadi Momen Pemersatu

Berita Selanjutnya

Yang Lain di Berita PPID

Tinggalkan Komentar