22 Kali

SAMARINDA. Ribuan pengunjung tumpah ruah, baik dari sisi Museum Samarendah maupun Taman Samarendah menyaksikan kemeriahan gelar upacara adat Dayak Bahau Hudoq Kawit, Minggu (17/11) sore.

Walikota Samarinda, Syaharie Jaang bersama isteri Puji Setyowati, Kepala Dinas Pariwisata I Gusti Ayu Sulistiani pun ikut bergembira menari Hudoq mengenakan pakaian khas Dayak. Tak hanya itu, Jaang yang juga ketua umum Persekutuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT) Kaltim pun ikut dalam upacara sakral mengenakan pakaian dan topeng hudoq.

Makna mengenakan pakaian hudoq dengan bahan daun pisang melambangkan keabadian, keselamatan, kesuburan dan kesuksesan, serta menggunakan topeng melambangkan kekuatan dalam upacara sakral.

"Kita ini menari hudoq artinya bergembira menyambut musim tanam padi dan memakai topeng melambangkan kekuatan untuk mengusir roh jahat. Upacara adat ini dengan harapan kesejahteraan bagi kampung," ucap Jaang.

Oleh karena itu, Jaang mengharapkan gelar upacara adat ini walaupun bukan dia lagi memimpin bisa tetap dilaksanakan.

"Selama masih ada menugal padi, upacara ini tetap ada. Kegiatan ini juga untuk melestarikan budaya kita. Kalau bukan kita, siapa lagi yang melestarikan," tandasnya.

Karenanya Jaang merasa bangga atas banyaknya pengunjung yang menyaksikan upacara ini.

"Yang ikut menari pun banyak. Mulai anak, remaja hingga orang tua. Ini juga upaya melestarikan. Dengan anak-anak ikut menari sudah luar biasa. Tapi walaupun tidak menari, diajak nonton juga sudah bagus untuk mengenalkan budaya kita. Jangan sampai 20-30 tahun mendatang tidak ada lagi ini," pungkas Jaang. (kmf2)

Penulis/Editor: Doni

Kaltim Juara Umum, FORMI Sebut Samarinda Sukses Tuan Rumah

Berita Sebelumnya

Jaang Pamerkan Belasan Koleksi Mandau Di Museum Samarinda

Berita Selanjutnya

Yang Lain di Berita PPID

Tinggalkan Komentar