173 Kali

SAMARINDA. Gelaran akbar dalam rangkaian HUT Kota Samarinda ke-351 dan Pemkot ke-59, Pekan Raya Samarinda (PRS) 2019 resmi dibuka, Senin (4/2). Event yang sudah berlangsung ke-4 kalinya ini, memiliki beberapa tujuan seperti penyampaian mengenai capaian-capaian kemajuan pembangunan di Kota Tepian oleh beberapa instansi. Kemudian bisa menjadi referensi warga untuk mengetahui sejumlah informasi layanan publik bersifat digital yang tengah gencar dilakukan pemkot dalam visinya menuju smart city.

Tak kalah penting, PRS adalah ajang untuk memajukan ekonomi rakyat berbasis usaha kecil mikro dan menengah (UMKM). Di mana hal ini bisa dilihat dari sejumlah stan yang memfasilitasi pelaku UMKM untuk memamerkan hasil kreasinya, baik berupa kerajinan hingga kuliner. Serta tentunya menjadi wahana hiburan bagi masyarakat serta wadah pelaku kreatif muda untuk unjuk kemampuan. 

Tak ketinggalan pula sejumlah pelaku usaha di bidang makro, seperti otomotif, properti dan teknologi, turut berpartisipasi dalam event yang digelar di GOR Segiri Samarinda tersebut.

Mengawali pembukaan PRS, sejumlah remaja yang tergabung dalam Forum Anak Kota Samarinda, mengajak undangan yang hadir untuk ikut berdiri dan bergoyang bersama. 

Bukan sekadar goyang, tapi ini lebih kepada sebuah gerakan simbolis yang menyerukan stop kekerasan pada perempuan. 

Sebagaimana tersirat dalam lagu yang mengiringi penampilan anak-anak binaan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Samarinda tersebut.

Usai pembacaan ayat suci Alquran, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Samarinda, Aji Syarif Hidayatullah, memberikan laporan terkait pelaksanaan PRS 2019. 

Dayat, demikian Aji Syarif biasa disapa, menyampaikan terima kasihnya kepada seluruh pihak yang turut membantu terselenggaranya PRS tahun ini. 

Salah satunya adalah PT Gojek Indonesia yang ikut mensponsori pelaksanaan PRS 2019, di mana melalui salah satu layanan aplikasinya, Gopay, menjadi sarana sosialisasi gerakan nasional non tunai.

Dalam kesempatan ini, Diskominfo juga sekaligus meluncurkan aplikasi teranyar mereka Sippeka (Sistem Informasi Pelaporan dan Pengaduan Kekerasan). Di mana aplikasi ini dirancang khusus untuk mendukung perlindungan anak dan keluarga berbasis teknologi informasi. 

Aplikasi ini bisa digunakan untuk mengirim pengaduan secara online dan konseling. Sehingga masyarakat bisa melaporkan tindak kekerasan terhadap anak yang ada di sekitar mereka sekaligus memperoleh informasi actual tentang upaya perlindungan anak.

Mewakili wali kota, Sekkot  Sugeng Chairuddin, menyebut  PRS sebagai implementasi program prioritas pemerintah, yang menumpukan pembangunan ekonomi pada sektor jasa dan perdagangan. 

Harapannya melalui PRS, daya beli masyarakat akan bertumbuh dan memberi pengaruh pada peningkatan ekonomi di daerah. 

“PRS ini adalah implementasi program yang diprioritaskan wali kota, bahwa kekuatan ekonomi Samarinda tidak bergantung pada Sumber Daya Alam (SDA), tapi bertumpu pada sektor jasa dan perdagangan,” ucap Sugeng.

Usai memberikan sambutannya, Sugeng didampingi sejumlah pejabat pemkot dan perwakilan dari PT Gojek Indonesia, menekan tombol sirine menandai dibukanya ajang rutin tahunan tersebut.(kmf4)

penulis: Ahmad Haidir

"Kita Besar Karena Peran Media"

Berita Sebelumnya

"Jangan Cari Menang dan Kalah dalam MTQ"

Berita Selanjutnya

Yang Lain di Berita PPID

Tinggalkan Komentar