40 Kali
SAMARINDA. Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Pariwisata kembali melakukan Rembuk Pariwisata dengan tema “Peluang dan Tantangan Usaha Pariwisata di Kota Samarinda “ di Hotel Mesra, baru-baru ini.

Agenda rutin tiga bulanan yang sudah berjalan selama tiga tahun ini membahas tentang perkembangan pariwisata di Kota Samarinda dan Kalimantan Timur dengan melibatkan beberapa stakeholder sebagai komponen bersama untuk pengembangan pariwisata.

Pada kesempatan ini Kadis Pariwisata Muhammad Faisal menyampaikan pertumbuhan ekonomi dan tingkat inflasi Kota Samarinda sudah baik, bahkan menurut Faisal tingkat kunjungan pun sudah membaik.

“Tahun 2018 kami sudah mendapat 2,4 – 2,5 juta pengunjung, dan menempati urutan ke dua setelah Balikpapan,dan dalam 5 (lima) tahun terakhir grafik nya terus meningkat,  pertumbuhan PAD dari 2018 hingga 2019 di sektoral ini sudah tembus 100 Milyar,” beber Faisal.

Faisal melanjutkan, tingkat kedatangan dan bepergian melalui bandara APT Pranoto juga mengalami kenaikan yang signifikan, diharapkan dengan adanya bandara tersebut dapat mempermudah pengunjung datang dan meramaikan Kota Samarinda.

“Festival Mahakam sudah dua tahun ini masuk dalam 100 wonderfull event, target kami tahun 2020 akan membuat satu lagi event Nasional, jadi nanti mudah-mudahan 2020 kami akan punya dua event Nasional, dan ini akan membanggakan kita nanti,” terang nya.

Tak kalah menarik, Yusi Ananda Yusril selaku Ketua Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI) mengatakan potensi Kota Samarinda adalah pinggiran Sungai Mahakam, menurutnya Sungai Mahakam yang ada di Kota Samarinda mempunyai daya Tarik tersendiri dan potensi pariwisatanya dikatakan Yusi sangat luar biasa, namun dikatakan owner hotel Mesra International ini banyak tantangan untuk mengangkat potensi tersebut.

“Tapi kalo boleh saya garis bawahi tantangan yang utama adalah karakter, karena pariwisata ini harus memiliki karakter khusus, karena usaha ini ada unsur artistik ada unsur keindahan, unsur kepekaan, destinasi sudah bagus tapi sampah masih dimana-mana, karakter building dalam bidang usaha juga perlu untuk ditingkatkan, jadi sehebat apapun yang namanya gedung, infrastruktur tapi tanpa didasari oleh manusia-manusia nya juga pariwisata akan lemah”, ucap Yusi.

Sementara Walikota Samarinda Syaharie Jaang mengatakan orang yang maju itu adalah orang yang bisa melihat tantangan itu menjadi peluang. Menghadapi tantangan itu menurut Jaang itu pasti, namun ada yang berhasil dan ada juga yang tidak berhasil. 

“Mari kita rembuk, kita perbaiki dan kita diskusikan perkembangan pariwisata ini, Pemerintah Kota pun masalah pelayanan ada yang kurang akan kita perbaiki, termasuk masalah keamanan, keramah tamahannya juga terus kita perbaiki”, ucap Jaang. (KMF13)

Penulis: Ferdi

“Dana Kelurahan Jangan Jadi Petaka”

Berita Sebelumnya

Oktober, Samarinda Tuan Rumah TTI Expo Skala Nasional

Berita Selanjutnya

Yang Lain di Berita PPID

Tinggalkan Komentar