32 Kali

SAMARINDA. Masih ingatkah kita dengan dahsyatnya guncangan gempa bumi yang membuat patah hati para kaum pendaki? Gunung Rinjani sebagai salah satu 7 Summits of Indonesia dan gunung favorit bagi kaum pendaki dengan segala ke eksotismeannya dan kecantikan yang tidak dimiliki di pegunungan negeri ini. Akan tetapi, enam bulan berlalu Provinsi Nusa Tenggara Barat bertubi-tubi diuji dengan serentetan gempa bumi berkekuatan 6,4 skala richter (SR) pada akhir Juli dan kembali diuji dengan 7,0 pada 5 Agustus 2018 lalu. 

Desa Senaru, sebagai salah satu dari empat pintu jalur pendakian Gunung Rinjani menjadi satu dari beberapa desa di Kabupaten Lombok Utara yang terkena dampaknya secara langsung. 

Kerusakan yang ditaksir mencapai 75% membuat banyak bangunan tak terkecuali bangunan sekolah rusak para dan lebih dari 700 siswa harus belajar di tenda pengungsian, juga masih minimnya sarana pembelajaran diluar akademis.

Dalam rangka hari ulang tahun STAPALA ke-40, HUT Kota Samarinda yg ke-351 dan Pemkot yg ke-59, digelar STAPALA Virtual Run dan galang dana bersama Walikota Samarinda Syaharie Jaang. 

STAPALA Virtual Run merupakan kegiatan berlari, dan diikuti oleh 137 ASN. 

Dalam sambutannya Jaang berpesan untuk selalu berdoa dan semangat agat kegiatan untuk kepedulian ini dapat berjalan lancar.

Kegiatan ini bertujuan mendukung terwujudkannya Bale Belajar di Desa Senaru lombok, yang telah dibangun kemudian hari, targetnya kegiatan belajar tersebut dapat secara perdana dilaksanakan pada 6-7 Juli 2019 nanti. Kmf7

Penulis: Akbar

"Jangan Sampai Terbalik Masjid Rasa Langgar, Langgar Rasa Masjid"

Berita Sebelumnya

Citra Niaga akan Diramaikan Event Sepanjang Tahun

Berita Selanjutnya

Yang Lain di Berita PPID

Tinggalkan Komentar