8 Kali

    SAMARINDA-Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tengah gencar mensosialisasikan pengurangan penggunaan kantong dan botol plastik. Kini sudah ada dua edaran dikeluarkan Walikota terkait penggunaan bahan non plastik. 

    Mulai dari mewajibkan para Pegawai ASN di lingkungan Pemkot untuk membawa botol minuman tumbler saat turun kerja hingga mengintruksi OPD agar setiap menggelar rapat tidak menggunakan botol minuman dari bahan plastik sebagai penghidang. 

  Tak hanya sampai disitu, kini sosialisasi pun sudah mulai menyusur ke lingkup luas. Kamis (27/12) pagi, Walikota telah mengumpulkan para pelaku UKM, pengusaha ritel hingga perbankan, diaula Rumah Jabatan. 

    Maksudnya guna mendukung gerakan mengurangi penggunaan kantong plastik di kalangan ritel hinggal mall. Walikota Samarinda Syaharie Jaang dalam arahannya mengatakan jika pihaknya telah menyusun peraturan Walikota (Perwali) untuk mendukung gerakan tersebut. 

    "Insya Allah Perwali ini akan kita terbitkan tanggal 21 Januari tahun depan, tepat di moment hari jadi kota Samarinda," kata Jaang. 

    Perwali nanti mengatur penggunaan kantong plastik dari tingkat ritel hingga mall dan sebagai pengingat bagi warga agar saat berbelanja sebaiknya membawa kantung belanja sendiri.

    Menurut Walikota, saat sekarang tidak ada kata terlambat untuk mengampanyekan gerakan tanpa plastik. Mengingat dunia juga telah hangat membicarakan masalah lingkungan terkait efek dari limbah plastik itu sendiri. 

    Dirinya tidak bisa membayangkan 10 hingga 20 tahun kedepan jika gerakan tersebut tidak dilakukan mulai sekarang.

    "Saya aja sekarang kalau ke mana-mana selalu membawa tumbler hingga hand bag dari rumah jika ingin belanja ke supermarket atau ritel. Maksudnya untuk memberi contoh mengurangi penggunaan plastik dilingkungan sendiri," urai Walikota.

    Ia berharap apa yang dilakukan juga bisa dicontoh warga, sehingga ke depan kota Samarinda bisa bebas dari sampah plastik. 

    Begitu pun di kalangan usaha ritel dan supermarket lainnya agar bisa mendukung gerakan tanpa plastik. 

  "Karena dari hasil-hasil survei 46 ritel yang ada di Samarinda, dalam sebulan mereka bisa menghasilkan 76 ton plastik yang diberikan kepada pengunjung, artinya dalam setahun bisa mencapai 900 ton plastik. Semoga dengan diterbitkan perwali nanti setidaknya secara perlahan kita sudah bisa mengurangi angka ini hingga ke tingkat pedagang pasar," harap Jaang.

    Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda Nurrahmani menambahkan, jika penyusunan Perwali tadi pihaknya telah belajar dari Banjarmasin dan Balikpapan yang lebih dulu menerapkan hal yang sama. 

    Ia berharap saat Perwali nanti telah dikeluarkan setidaknya penggunaan kantong plastik bisa berkurang walaupun belum sampai ke tahap menghilangkan.

    "Kita akan coba dulu di tanggal 21 Januari hingga ke April untuk melihat seberapa besar persentasi warga mendukung gerakan ini, nanti di bulan April dan seterusnya baru kita permanenkan agar tidak ada lagi kantong plastik di ritel-ritel modern," ungkapnya.(kmf4)

Penulis: Echa

Kominfo Terus Komitmen Kembangkan Aplikasi e-Warga

Berita Sebelumnya

Manfaatkan Liburan Sekolah, Discapilduk Jemput Bola Rekam KTP Elektronik Untuk Pemula

Berita Selanjutnya

Yang Lain di Berita PPID

Tinggalkan Komentar