48 Kali

SAMARINDA. Pemkot Samarinda telah menyiapkan langkah terencana untuk menanggulangi korban bencana alam Kota Palu dan Kabupaten Donggala yang kini telah berada di Samarinda. Melalui Rapat Koordinasi (Rakor) penanganan pengungsi Palu dan Donggala yang digelar Rabu (24/10) siang, di Aula Rumah Jabatan Walikota, Kepala Dinas Sosial Samarinda Ridwan Tassa, menuturkan saat ini jumlah pengungsi yang berada di Samarinda berkisar 554 orang yang tersebar di 80 titik lokasi yang berada di 10 Kecamatan.

Jumlah tadi sambung Ridwan terus bertambah dan mereka  yang menetap rata-rata berada di rumah keluarga. Pemkot sendiri bersama Polres dan Kodim telah membentuk tim terpadu untuk menanggulangi pengungsi tadi. “Dimana tugas tim ini menerima dan menghimpun bantuan dari masyarakat yang diperuntukan bagi para korban,” kata Ridwan dihadapan para Camat dan Lurah yang hadir siang itu.

Mengingat instruksi dari Walikota, para pengungsi tadi harus terlayani dengan baik selama berada di Samarinda. Termasuk diantaranya pelayanan kesehatan gratis, memberikan fasilitas pendidikan bagi anak-anak korban bencana yang ingin sekolah serta kebutuhan pokok seperti makanan harus terpenuhi setiap hari.“Memang yang menjadi kendala sekarang ini kita tidak tahu sampai kapan para pengungsi ini berada di Samarinda, kalau butuh waktu yang cukup panjang tentunya tim terpadu sekarang membutuhkan kerjasama untuk tetap menggalang bantuan,” urai Ridwan.

Oleh itu, melalui rakor tadi, ia berharap pihak Kelurahan bisa intens memberikan informasi mengenai perkembangan para korban Sulteng tadi. Karena keberadaan mereka yang memilih untuk menetap lama, tentu menjadi daftar  pekerjaan yang harus di selesaikan.

“Memang beberapa hari yang lalu sempat 40 pengungsi tadi  memilih untuk balik ke kampung halamannya, tapi tak lama kemudian sebagian dari mereka kembali lagi ke Samarinda, Karena menurut keterangan kondisi Palu pasca Gempa saat ini telah mengalami wabah penyakit akibat evakuasi mayat-mayat yang meninggal berjumlah ratusan orang yang belum sempat dimakamkan, sehingga menjadi virus penyakit bagi para korban yang masih bertahan di kota Palu dan Donggala," terangnya. Sambil menunggu arahan Walikota, ia menginginkan penggalangan dana untuk korban ini bisa kembali digalakan. Setidaknya menurut dia untuk menangulangi kebutuhan  pengungsi selama di Samarinda.(kmf4/kmf2)

Walikota Samarinda H Syaharie Jaang SH MSi

Berita Sebelumnya

Sugeng: Pengadaan Bukan Sekedar Pemilihan Penyedia

Berita Selanjutnya

Yang Lain di Berita PPID

Tinggalkan Komentar