59 Kali

    SAMARINDA. Walikota Samarinda Syaharie Jaang dalam menggenjot pendapat asli daerah (PAD) komitmen tidak akan menaikkan pajak daerah di kota Samarinda, melainkan melakukan pengawasan yang ketat terhadap pemungutan pajak.

    “Kita tidak usah menaikan pajak dan retribusi, tapi kita awasi. Supaya tidak ada kebocoran yang dinikmati oknum,” ucap Jaang dalam sambutannya pada Gebyar Pajak Daerah 2018 di depan Hotel Atlit Stadion Madya Sempaja, Minggu (9/12) pagi.

    Makanya, lanjut Jaang dalam mengoptimalkan pajak daerah dengan menerapkan kebijakan modernisasi pajak berupa pajak online. 

    “Ini untuk memudahkan wajib pajak, meningkatkan kepatuhan, menumbuhkan kesadaran dan meminimalisir  kemungkinan hal-hal yang tidak diinginkan. Di restoran maupun rumah makan, tempat hiburan juga sudah menerapkan sistem online, bahkan kita memberikan hadiah utama mobil dan umroh bagi warga yang transaksi di sini otomatis membayar daerah, kemudian diundi. Berpeluang juga diundi wajib pajak PBB-P2 dan wajib pajak reklame,” ungkap Jaang.

    Jadi lanjut Jaang yang membayar pajak restoran dan hiburan bukan  pemilik restoran maupun tempat hiburan, melainkan warga yang membeli. 

    “Begitu pula dengan hotel. Tidak ada cerita hotel yang tidak mau bayar pajak. Omong kosong itu hotel tidak mau bayar, itu bukan uang dia, itu uang orang yang menginap. Saya minta tim OPAD (Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah) terus jalan memonitor,” tegas Jaang.

    Menurut Jaang, baik semenisasi maupun pembangunan lainnya di kota Samarinda bisa terealisasi berkat dari pembayaran pajak. “Potensi dari PAD ini sangat diharapkan, khususnya dari pajak daerah yang harus selalu digarap dengan lebih baik, yang nantinya dapat memperkuat kemandirian Samarinda dalam melaksanakan pembangunan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” tutur Jaang.

    Jaang meminta kepada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) untuk mengapresiasi kepada Wajib Pajak yang disiplin membayar pajak dengan memberikan piagam penghargaan. “Yang jelas, membayar pajak bukan paksaan, tapi kewajiban,” ucap Jaang.

    Kepala Bapenda Samarinda Hermanus Barus menjelaskan gebyar pajak tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, yang mana tak hanya pajak restoran yang diundi. Tahun ini, ada tambahan pajak reklame, pajak restoran, dan pajak hiburan. 

    “Cukup mudah untuk mengikuti Gebyar Pajak Daerah ini. Untuk PBB-P2, pajak reklame data diambil dari data pembayar pajak 2018 pada sistem Bapenda. Pajak restoran cukup kirim foto setruk tertera pajak 10 persen, dan pajak hiburan kirim foto karcis tontonan (film, sepak bola, tempat rekreasi)  ke nomor WhatsApp 0811550222,” katanya.

    Hadiah yang disiapkan bermacam-macam. Mulai dari, peralatan dapur, kipas angin, televisi, handphone, sepeda, kulkas, mesin cuci, motor, mobil sampai umrah atau wisata rohani bagi nonmuslim. 

    “Khusus hari ini yang hadir dan mengikuti senam, dikasih undian dengan hadiah utama 12 unit sepeda dari sumbangan sponsor,” ungkapnya.

    Di kesempatan itu, disaksikan pihak kepolisian dan notaris, Jaang melakukan pengundian hadiah utama Gebyar Pajak Daerah 1 unit mobil yang dimenangkan warga Subulussalam yang telah ditelepon langsung Syaharie Jaang. Begitu pun pemenang hadiah umroh tadi sudah diundi yang dilakukan isteri walikota Puji Setyowati Jaang.(kmf2)

Penulis: doni

"Pemerintah Hanya Beri Kemudahan, Tak Bisa Beri Lapangan Pekerjaan"

Berita Sebelumnya

Bandara Samarinda, Memperpendek Waktu Tujuan

Berita Selanjutnya

Yang Lain di Berita PPID

Tinggalkan Komentar