46 Kali

SAMARINDA. Sekretaris Daerah (Sekda) kota Samarinda Sugeng Chairuddin mengakui objek apapun menjadi besar karena media. 

Hal ini dikemukakannya ketika menjadi narasumber bersama ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim Endro S Effendi dan Direktur Kaltim Pos Group Rusdiansyah Aras pada Talk show Peran Serta Media Sebagai Mitra Dalam Pembangunan kota Samarinda di arena Pekan Raya Samarinda (PRS) GOR Segiri, Senin (4/2).

"Berbicara peran media, objek apapun akan menjadi besar karena media. Begitu juga peran media terhadap pemkot," ucap Sugeng pada talk show dalam rangka Hari Jadi Kota ke 351 dan HUT Pemkot ke 59 garapan Diskominfo Samarinda.

Menurutnya melalui media bisa tersampaikan berbagai informasi pembangunan yang diharapkan informasi objektif.

"Kami juga berterima kasih, dalam keseharian menjalankan kepemerintahan dan melayani warga serta membangun kota ini, juga tidak terlepas dari media yang juga memberikan kritisnya. Kita pun tidak alergi dikritik, justru sangat senang," imbuh Sekda dihadapan audience talk show yang dipandu moderator Kepala Seksi Kemitraan Media dan Lembaga Komunikasi Publik Diskominfo Samarinda Herlina.

Sementara Endro menanggapi pertanyaan dari moderator terkait kualitas media, mengatakan PWI Kaltim terus melakukan Uji Kompetensi kepada wartawan dengan harapan mencetak wartawan yang berkualitas.

"Narasumber berhak menolak wartawan yang tidak bisa menunjukkan kartu uji kompetensi, walaupun sudah menunjukkan kartu pers nya," ungkap Endro seraya menjelaskan ini bukan menghalangi mencari berita melainkan amanat dari Undang Undang terlebih banyaknya penyalahgunaan kartu pers.

Ia mencontohkan banyak yang menjadi korban seperti kepala desa terkait anggaran desa dan juga kepala sekolah.

"Tinggal cetak kartu pers, kemudian todong sana todong sini," bebernya.

Begitu pula dengan Rusdiansyah Aras terkait pers sehat. Menurutnya pers yang sehat juga harus diawali dari manajemen atau perusahaan yang sehat.

"Bagaimana manajemen bisa membuat wartawannya sehat, sehingga tidak melakukan pekerjaan negatif, teman-teman tidak ada yang nakal," ungkap Rusdiansyah wartawan senior Kaltim.

Ia juga bersyukur dengan PWI yang melakukan uji kompetensi sehingga membuat pers makin berkualitas.

Namun dikemukakannya, musuh berat media sekarang adalah medsos, dimana selain cepat memberikan informasi tapi bukan sebagai sumber berita layaknya berita media, bahkan tidak jarang hoax.(kmf2)

penulis:doni

Sandima, Kocok Perut Pengunjung PRS

Berita Sebelumnya

Resmi Dibuka, Pekan Raya Samarinda Ajang Memajukan Ekonomi UMKM

Berita Selanjutnya

Yang Lain di Berita PPID

Tinggalkan Komentar