53 Kali

SAMARINDA. Akhirnya Pemkot Samarinda telah mengantongi 10 nama  yang akan dikirim ke Hadramaut Yaman untuk menimba ilmu selama 1 tahun.

Ini terungkap pada penutupan Audisi Kader Ulama Kota Samarinda Tahun 2019 yang diikuti 17 peserta di Islamic Centre, Sabtu (25/5). 

Walikota Samarinda Syaharie Jaang mengatakan melahirkan seorang ulama itu tidak mudah, butuh proses yang panjang dan membutuhkan waktu yang lama.

“Memperbaiki infrastruktur yang rusak itu sangat mudah, tunggu 2 hingga 6 bulan setelah dianggarkan, yang rusak sudah bisa diperbaiki, tetapi menyiapkan sumber daya manusia itu tidak mudah, menyiapkan seorang guru atau ustadz saja perlu pendidikan 6 sampai 12 tahun, mondok lagi belajar kitab dan lain sebagainya, tidak akan terlihat hanya dalam 1 tahun,” ucap Jaang.

Orang nomor satu di Kota Samarinda ini menjanjikan kepada peserta yang belum berhasil lolos pada seleksi tahun ini akan tetap dibantu untuk mengikuti seleksi tahun 2020.

“Untuk yang belum lolos jangan berkecil hati, saya bersama tim nanti akan bekerjasama kiranya dengan Ustadz siapa dan dimana adik adik peserta akan dikirim untuk belajar dalam mempersiapkan diri seleksi di tahun depan dan anggarannya juga disiapkan oleh Pemerintah Kota Samarinda,” kata Jaang.

Tidak sampai disitu, Walikota Samarinda juga akan menambah kuota keberangkatan peserta menjadi 20 orang pada tahun 2020.

“Mohon doanya, saya akan memperjuangkan bersama tim anggaran di DPRD menyiapkan anggaran  di tahun 2020 untuk 20 orang, bagi yang sudah berangkat dan sedang belajar disana akan kita pantau, dari 10 orang ini nanti kan terlihat yang mana yang dapat menyerap ilmu paling cepat dan paling bagus, jangan pulang dulu, nanti akan ditambah lagi waktu nya hingga 2 tahun karena belajar 1 tahun tidak akan cukup dan saya berharap tahun nanti ada kader dari perempuan”, pungkasnya.

Kepala Bagian Kesejateraan Rakyat Sekretariat Kota Samarinda Abdul Jami selaku Ketua Panitia mengatakan ada beberapa syarat yang harus dikuasai peserta agar lolos mengikuti pelajaran di Yaman.

"Ada beberapa kategori untuk lolos, yaitu kategori pertama yang dites adalah Hafidz Qur’an, syaratnya harus 7 juz, dan juga harus dilengkapi penguasaan bahasa Arab, kemudian kategori yang kedua adalah masalah retorika dakwah / pidato dakwah dan kategori ketiga adalah Qira’atul Kutub atau pembacaan kitab Arab gundul,” terang Jami.

Jami melanjutkan bahwa biaya peserta selama 1 tahun belajar di ‘Negeri Sejuta Wali’ ini juga akan disiapkan oleh Pemerintah Kota Samarinda setiap orangnya sebesar Rp 70 juta.(kmf13)

Penulis: Ferdi -- Editor: Doni

Bukti Samarinda Aman, Sahur On The Road Sebar 3.189 Nasi Kotak

Berita Sebelumnya

Walikota Bagikan Santunan Untuk Anak Pesantren Al-Falah Samarinda

Berita Selanjutnya

Yang Lain di Berita PPID

Tinggalkan Komentar