134 Kali

SAMARINDA. Walikota Samarinda Syaharie Jaang berkeinginan kuat untuk menjadikan sektor pariwisata sebagai kekuatan ekonomi Samarinda, dengan harapan bisa menaikkan pendapatan asli daerah tanpa bergantung dana bagi hasil bersumber dari SDA sehingga APBD pun meningkat.

Hal ini dikemukakan Syaharie Jaang dalam sambutannya ketika melepas offroader (peserta offroad) Borneo Adventure Offroad VI-2018 dalam rangkaian Festival Mahakam XVIII tahun 2018 di rumah jabatan walikota, Jumat (2/11) pagi.

“Kita harus membuat lompatan lompatan untuk promosi daerah, membuka kesempatan bagi saudara kita di Indonesia mengetahui, apasih potensi potensi di  Samarinda. Selama ini yang ditahu Samarinda ini kaya karena Kaltim kaya SDA. Jangan lagi bergantung dengan SDA, tapi bagaimana kita meraup pendapatan dari pariwisata,” ucap Jaang.

Makanya, Jaang menyambut baik kegiatan offroad ini karena bagian dari ajang promosi pariwisata kota Samarinda yang bertajuk Lamin to Lamin dengan peserta bukan hanya dari Samarinda.

“Nanti kalau sampai di titik titik destinasi wisata, bisa selfi dan tolong diviralkan di medsosnya semua. Harapan saya, offroad salah satu kegiatan otomotif bisa dijadikan kegiatan kalender pariwisata, apalagi ada hubungan dengan pariwisata, yang nanti bisa bersinergi dengan Dinas Pariwisata kabupaten/kota lainnya,” ujar Jaang.

Seperti dicontohkannya, kedepan bisa dilakukan dengan tema Lamin to Lamin di Kaltim. “Jadi dari lamin yang ada di Samarinda offroad ke Lamin di Kutai Kartanegara maupun di Lamin di Kutai Barat. Harapan ini bisa dilaksanakan di Festival Mahakam tahun depan,” imbuhnya.

Bahkan, Jaang mengatakan siap menjadi tuan rumah offroad, baik nasional maupun internasional. “Di Badung Propinsi Bali itu, APBD nya 10 Triliun dengan PAD Rp 5,7 triliun. 50 persen lebih APBD nya disupport dari PAD. Kalau kita Samarinda, APBD sekitar Rp 2 triliun, PAD Rp 400-an miliar. 20 persenan aja APBD kita berasal dari PAD,” beber Jaang.

Diungkapkan Jaang, PAD dari Badung bukan berasal dari SDA, tapi dari banyaknya event event dan kunjungan wisata ke tempatnya. “Yang datang bukan banyak dari mancanegara, tapi mereka ada yang dari Surabaya juga NTB. Yang lokalan aja. Harapan saya begitu pula. Makanya, saya selalu mempromosikan Kutai Kartanegara, karena ketika banyak berkunjung ke Museum tertua itu, mereka ini menginapnya dan makannya di Samarinda, 10 persen masuk PAD kita,” imbuh Jaang semangat.

Sebelumnya kepala Dinas Pariwisata Samarinda M Faisal mengatakan niat mereka panitia untuk mengenalkan pariwisata kepada offroader, sehingga judulnya Lamin to Lamin.

“Ada dua lamin yang dikunjungi di Samarinda, lamin di Desa Budaya Pampang dan lamin di Sungai Bawang Kutai Kartanegara. Malam minggu, mereka nanti di puncak Batu Putih dengan menyalakan api unggun. Kemudian finishnya minggu bersamaan parade Budaya melewati panggung kehormatan,” ucap Faisal.

Festival Mahakam ini sendiri, secara resmi akan dibuka walikota Jumat (2/11) malam ini di Tepian Mahakam depan kantor PLN.

“Alhamdulillah, semua lomba sudah diikuti peserta dari luar Samarinda. Bahkan ini ada penari dari Spanyol yang sudah keliling Samarinda, dan juga Jazz dari Perancis dan Italia,” beber Faisal.

Dikatakannya, Festival Mahakam tiap tahunnya ingin menampilkan nuansa baru, dimana tahun ini ada offroad, dan di parade budayanya parade 1.000 mandau yang pesertanya sudah 1.200-an yang datang juga ada dari Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.(kmf2)

penulis: Doni

Safari Jumat, Jaang Serahkan Ambulans

Berita Sebelumnya

Rapat Persiapan Hari Pahlawan, Rokhmat : Lalu Lintas di Sekitar TMP Akan Dihentikan Selama 60 Detik

Berita Selanjutnya

Yang Lain di Berita PPID

Tinggalkan Komentar