37 Kali

SAMARINDA. Menjaga dan melestarikan kebudayaan  asli adat dayak Kalimantan Timur, Walikota Samarinda Syaharie Jaang ikut memamerkan koleksi mandau pada Pameran Mandau Kalimantan Timur yang digagas Gerakan Pemuda Dayak (Gerdayak) di Museum Samarendah, 15-18 November.

Dalam sambutannya Walikota Samarinda sangat menyambut baik dengan diselenggarakannya kegiatan dimaksud. Karena sebagaimana diketahui mandau-mandau tua ini merupakan karya leluhur dayak Kaltim yang wajib dipelihara dan diketahui tentang keberadaannya. Melalui pameran ini menjadi media edukasi tentang budaya untuk masyarakat khususnya.

Jaang mengatakan kebanyakan masyarakat umum mengenal mandau ini hanya untuk bercocok tanam, seperti merintis lahan dan menebas rumput. Tetapi di masa lalu mandau adalah merupakan alat perang   (ngayau) yang mempunyai kekuatan mistis.

Tetapi Jaang mengajak kepada pemuda dayak  sekarang ini tidak perlu lagi belajar tahan mandau. Tetapi yang kita perlukan sekarang bagaimana kita  menguasai teknologi. Oleh karena itu, bagaimana kita saat ini mengusai ilmu pengetahuan dan tidak meninggalkan budaya.

Walikota menyampaikan terima kasih kepada pihak panitia yang telah telah mengadakan Pameran Mandau  yang baru pertama kali digelar.

"Semoga kedepan bisa menjaga benda-benda pusaka  lainnya bukan hanya sekedar mandau, sehingga bisa merawat dan melestarikannya, serta bisa menjadi harta warisan kepada generasi penerus agar mereka bisa melihat langsung fisik dari benda pusaka tersebut dan  memaknai filosofinya,” pungkasnya.

Kepala Dinas Kebudayaan Samarinda, Andriyani sangat mendukung dengan diadakannya kegiatan kebudayaan semacam ini dengan harapan bisa mengedukasi kepada masyarakat tentang kebudayaan asli Kalimantan Timur.

Ketua Panitia Pameran Mandau, Ojahan melaporkan  kegiatan ini berlangsung tanggal 15-18 November 2019.  

"Baru 2 hari pelaksanaan pameran ini sudah dikunjungi lebih dari 2.000 pengunjung," katanya.

Ia menyebutkan bahwa yang ditampilkan di pameran ini bukan mandau biasa, melainkan mandau-mandau mahakarya leluhur adat dayak terdahulu agar bisa memberikan edukasi kepada semua orang termasuk pada pemuda-pemuda dayak sendiri supaya lebih mengenal yang mana mandau dari etnis dayak bahau, etnis dayak benuaq dan etnis dayak lainnya.

Turut hadir mendampinngi Walikota Samarinda Syaharie Jaang, anggota DPRD Provinsi Kaltim Puji Setyowati, Kepala Dinas Pariwisata I Gusti Ayu Sulistiani, Plh Dinas Kominfo Kota Samarinda Syamsul Anwar, Ketua Pengadilan Negeri Samarinda Hongkun Otoh dan Ketua Gerdayak Kaltim Erika. (kmf10)

Penulis: Eko --Editor: Doni

Ribuan Pengunjung Saksikan Kemeriahan Upacara Hudoq Kawit

Berita Sebelumnya

500 Peserta Ikuti Olahraga Hadang di FORNAS

Berita Selanjutnya

Yang Lain di Berita PPID

Tinggalkan Komentar