169 Kali

    SAMARINDA. Walikota Samarinda Syaharie Jaang menyematkan tanda kelulusan kepada 320 peserta didik Mini University yang merupakan class program kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltim dalam meningkatkan kompetensi dan kapasitas UMKM.

    “Saya sangat bangga dengan terobosan luar biasa oleh Bank Indonesia perwakilan Kaltim yaitu Mini University, yang telah mendidik para calon-calon pengusaha muda yang ada di Kaltim untuk mengisi drap langkah pembangunan di Kaltim dan Samarinda pada khususnya di dalam bidang usaha,” ucap Jaang dalam arahannya pada kegiatan yang berlangsung di  Grand Ballroom Bengkirai kantor BI Kaltim, Kamis (22/11).

    Jaang menyampaikan Samarinda pernah dua kali mendapatkan penghargaan dari Presiden RI sebagai kota yang  sukses dalam hal pengendalian inflasi daerah, dan itu salah satu kerja pemerintah kota Samarinda dan jajarannya.  

    Ia mengingatkan kepada lulusan Mini University agar terus menerapkan materi yang telah diberikan ke dalam usaha yang dijalankan.

    Jaang mengutarakan juga bahwa  ke depan pemerintah akan melakukan  pengurangan penggunaan kemasan plastik dan di tahun 2019 di beberapa toko perbelanjaan tidak boleh lagi menggunakan  kemasan kantongan plastik sehingga pengunjung harus membawa kemasannya sendiri yang terbuat bukan dari bahan plastik. “Mudahan kantong ini bisa diproduksi oleh alumni Mini University," tutur Jaang yang hadir bersama ketua Dekranasda Samarinda Puji Setyowati.

    Kepala Kantor Perwakilan BI Kaltim M Nur mengatakan 2016 awal mula berdirinya Mini University Bank Indonesia hanya diikuti oleh 20 orang peserta, kemudian di tahun 2017 berkembang menjadi 320 orang peserta hingga di tahun 2018 juga diikuti 320 orang peserta.

    Nur menjelaskan  fungsi Kantor BI Kaltim ini Senin hingga Jum'at sebagai otoritas di Bidang Moneter melakukan  tugas-tugas ke-bankcentralan dan Sabtu-Minggu berubah menjadi kampus Mini University BI bagi teman-teman UMKM di Kaltim.

    Adapun materi yang diberikan  pada Mini University BI diantaranya teknik pemasaran, teknik pengemasan produk serta tehnik pemasaran secara on line.

    “Selama mengikuti pelajaran di Mini University tidak ada dipungut biaya apapun, bahkan setelah luluspun peserta Mini University tetap terus dibimbing dan dimonitor bagaimana perkembamgan usahannya," beber Nur. (Kmf10)

Penulis: Eko

Jaang: Jadikan Memetik Cabai Program Wisata

Berita Sebelumnya

Waspada Jelang Natal dan Tahun Baru, Gelar Rakor Inflasi

Berita Selanjutnya

Yang Lain di Berita PPID

Tinggalkan Komentar