37 Kali

SAMARINDA. Belasan atlet Airsoft Gun Samarinda yang lolos dari bencana gempa dan Tsunami di Kota Palu, Rabu (4/10/2018), dijamu makan siang oleh Walikota Samarinda Syaharie Jaang, di rumah makan yang berada dikawasan Jalan Ir H Juanda, Samarinda Ulu. Atlet Samarinda ini, sebelumnya diutus Kaltim untuk mengikuti turnamen dalam rangkaian event nasional HUT Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng). Tapi siapa sangka, event belum berlangsung, mereka justru sudah merasakan ganasnya gempa dan tsunami.
Salah satu  Pembina komunitas  Airsoft Gun Samarinda yang kebetulan ikut berangkat waktu itu, Abimayu bercerita  kalau rombongannya  saat berada di Palu menginap di hotel yang tak jauh dari pinggir pantai. Kebetulan waktu itu, puluhan  atlet Kaltim menginap di Hotel Gessos Asni. Ada pula yang menginap di hotel yang berdekatan dengan bibir pantai.
“Bahkan lima menit sebelum gempa dan tsunami, kami masih asyik berenang di pinggir laut tepat di depan  hotel kami menginap,” tuturnya sambil melihatkan video amatir yang sempat direkam oleh salah satu rekannya.
Ia melanjutkan, saat terjadi gempa seluruh bangunan yang berdekatan dengan hotel telah ambruk dan rusak parah. Semua orang berlarian berhamburan keluar dari gedung-gedung, perumahan, dan swalayan. Tak itu saja, sadar akan terjadi tsunami, mereka berlarian menuju bukit yang tidak jauh dari hotel .
“Mungkin kalau saat itu kami memilih untuk tetap di lokasi hotel saat air laut meluap, bisa saja kita tidak sampai di Samarinda,” kata Abimayu.
Begitu juga pasca terjadi gempa, dia bersama rekannya perlu perjuangan untuk bisa pulang ke Samarinda. Tentunya melewati rintangan-rintangan jalan yang putus hanya dengan berjalan kaki menuju bandara dengan jarak tempuh 10 kilometer dari hotel.
“Sampai bandara pun tidak lantas kita langsung terbang dengan Hercules milik TNI, melainkan terlebih dahulu harus membantu teman-teman TNI mulai dari membentuk barikade dengan memilah penumpang yang dianggap layak untuk ikut dalam pesawat hingga membantu menurunkan barang-barang sembako bantuan dari presiden untuk para korban,” ungkapnya.
Sementara, Walikota Samarinda Syahrie Jaang terlihat larut dalam cerita yang disampaikan Abimayu. Bahkan Jaang tak menyangka, jika para atlet Samarinda ini akhirnya bisa selamat dari musibah gempa dan tsunami yang menimpa Kota Palu.
"Jujur begitu  mendengar ada atlet Samarinda yang berada di Kota Palu saat terjadi gempa, saya  langsung mengutus Kepala Diskominfo (Kepala Dinas Komjnikasi dan Informatika Kota Samarinda Aji Syarif Hidayatullah, Red) untuk mencari informasi tentang kondisi terkini atlet-atlet Soft Gun tersebut,” tutur Jaang.
Tapi Alhamdulillah, siapa sangka sambung Jaang, semua dalam keadaan selamat dan akhirnya bisa berkumpul kembali bersama keluarganya masing-masing di Samarinda. “Tentu melihat kondisi yang kita alami sekarang ini, rasanya perlu banyak-banyak manghaturkan rasa syukur. Jujur saya sangat sedih melihat  kondisi saudara kita yang berada di Palu dan Donggala pasca terjadinya musibah ini,” ungkapnya.
Oleh karena itu lanjut dia, Pemkot Samarinda kini telah berupaya untuk melakukan penggalangan dana untuk membantu meringankan beban para korban yang berada di Palu dan Donggala.
“Alhamdulillah kita sudah mengirimkan satu kapal mengangkut kebutuhan pokok untuk para korban dan dalam beberapa hari juga bakal disusul satu unit  kapal lagi yang berangkat membawa kebutuhan yang sama,” tutur Jaang. (kmf4/kmf3)

Jaang: Alhamdulillah, Atlet Samarinda Selamat

Berita Sebelumnya

Samarinda Juara I Nasional Lomba PAAR

Berita Selanjutnya

Yang Lain di Berita PPID