186 Kali

SAMARINDA. Walikota Samarinda Syaharie Jaang didampingi isteri Puji Setyowati bersama jajarannya mengunjungi korban Tsunami dan Gempa asal Palu yang mengungsi di kediaman keluarganya, rumah almarhum Rugayah tokoh wanita yang tidak lain keluarga dari walikota Samarinda periode 2000-2010 Jl Proklamasi II No 2 A RT 55.
Suasana hening berubah ceria Jumat (12/10) malam tadi ketika menyambut Walikota bersama jajarannya, termasuk Komandan Kodim (Dandim) 0901 Letkol Inf Bahrodin, bahkan berfoto bersama seusai menceritakan kisah duka para pengungsi yang sempat mengungsi di kuburan Cina di Palu.
Mira, selaku tuan rumah yang juga anak dari  almarhumah Rugayah menyebutkan keluarganya mengungsi sebanyak 34 orang, termasuk anak dan 2 balita.
“Mereka sudah ikhlas atas ujian ini, walaupun rumah sudah hancur, bahkan sempat mengungsi di kuburan pakai tenda bersama 2 balita. Merasa bersyukur, karena masih mengungsi bersama keluarga di rumah keluarga. Ada yang lebih parah, mereka yang meninggal, dan mereka ditinggalkan keluarga bahkan tidak punya keluarga lagi,” ucap Mira yang mendiami rumah ibunya ini (Rugayah, red). Tapi, sebut Mira, Nenek masih trauma ketika mendengar suara mobil.
“Kami di Samarinda merasakan apa yang dirasakan di sana. Ada 7 kapal bantuan yang dikirim. Kita akan terus mengumpulkan bantuan untuk dikirim di Palu juga pengungsi yang ada di Samarinda. Bahkan besok kita menggelar konser amal dan minggu paginya jalan sehat dengan menjual tiket Rp 10.000 kepada pelajar. Alhamdulillah sudah habis 20 ribu tiket atau Rp 200 juta,” ucap Jaang, malam tadi.
Jaang mengatakan, anak anak yang usia sekolah diperintahkan kepada stafnya agar diurus supaya bisa sekolah. “Sambil nunggu kebijakan pusat, kita tanggung dulu sekolah mereka. Yang penting tidak putus sekolah. Pakaian dan buku disiapkan Dinas Pendidikan,” ucap Jaang yang dibenarkan Kepala Dinas Sosial Ridwan Tasa.
Di kesempatan itu, Jaang yang menerimakan bantuan paket sembako secara simbolis dari komunitas Futsal Mahakam Rivers FC mengucapkan terima kasih sekaligus mengajak bergabung di GOR Segiri dalam konser amal.
Dandim menambahkan memang tepat bagi pengungsi yang memiliki keluarga mengungsi di kediaman keluarganya. “Kumpul bersama keluarga lebih bagus, daripada tinggal di pengungsian. Pak Wali juga tidak menutup mata dengan pengungsi yang berdiam di rumah keluarga,” ucap Dandim.(kmf2)
Penulis : Doni

Sore hingga Malam Konser Amal, Besok Jalan Sehat *Jaang: Tanamkan Pendidikan Karakter

Berita Sebelumnya

Agus Sekwan, Rustam Kadinkes *Jaang: Bukan Terbaik, tapi Terpilih yang Dititipkan Allah

Berita Selanjutnya

Yang Lain di Berita PPID

Tinggalkan Komentar