36 Kali

SAMARINDA. Walikota Samarinda Syaharie Jaang mengapresiasi Kalimantan Gembong Carnival di Mahakam Lampion Garden Samarinda yang telah dibukanya, Jumat (8/11) sore.

"Adanya acara ini bukan hanya melestarikan makanan khas Samarinda tetapi juga merupakan ajang mempromosikan produk dan makanan khas Samarinda," ujar Jaang yang didampingi isterinya Puji Setyowati yang juga anggota Komisi IV DPRD Kaltim.

Menurutnya saat sekarang anak-anak dan juga masyarakat di Samarinda sudah banyak yang mengenal makanan dan minuman yang namanya berbau asing.

"Kalau ayam goreng kurang greget orang kepengen beli, tapi kalau sudah ada nama chicken nya baru laku. Jadi bagaimana caranya kita harus mengangkat dan mengenalkan kembali makanan khas kita, contohnya roti gembong ini," ucap Jaang.

Jaang melanjutkan, penamaan sebuah produk juga dapat mempengaruhi kekuatan nilai jual makanan, tampilan sebuah produk menurut Jaang harus menjadi modal utama, dengan tampilan dan kemasan yang menarik dikatakannya memungkinkan konsumen akan melirik dan mulai mencoba.

"Melihat sebuah produk itu seperti kita melihat pasangan kita waktu pertama kali, menarik saat pandangan pertama. Nah, artinya pengusaha harus tahu tampilan apa dan kemasan seperti apa yang kira-kira bisa membuat orang lain melirik dan memilih produk kita," ucap Jaang.

Sementara pemilik Roti Gembong Juanda, Juni Ananda mengatakan banyak kuliner-kuliner asli khas Samarinda yang apabila dikemas secara baik bisa lebih dikenal secara luas oleh masyarakat Samarinda bahkan nasional.

"Seperti contoh Nasi Padang, Pempek Palembang, Gudeg Jogja semua orang tahu makanan khas tersebut. Namun pada saat menyebut roti gembong orang bertanya apa itu gembong, di luar kota kami perkenalkan nama roti gembong ini dan konotasi gembong menurut mereka artinya penjahat atau gembong narkoba, namun setelah melihat wujud dan mencicipi ternyata mereka suka," ucap Juni.

Roti Gembong Juanda yang bekerjasama dengan Mahakam Lampion Garden ini menghadirkan acara Kalimantan Gembong Carnival selama 3 hari mulai tanggal 8-10 November dengan target 9.000 pengunjung. (kmf13)

Penulis: Ferdi --Editor: Doni

328 Peserta Ikuti FASI Tingkat Kota

Berita Sebelumnya

Kabupaten Tulungagung Studi Referensi Pelayanan Publik Ke Samarinda

Berita Selanjutnya

Yang Lain di Berita PPID

Tinggalkan Komentar