245 Kali

    SAMARINDA. Setelah berhasil masuk dalam 25 Kabupaten/Kota di Indonesia dalam Program Smart City atau Kota Pintar, kini Samarinda menjadi kiblat sebagai kota  untuk belajar mengembangkan program Smart City. Setelah kedatangan tamu dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Mahakam Ulu untuk belajar masalah persandian Rabu kemarin, kini Diskominfo Samarinda, kembali kehadiran tamu dari kota Malang yang memilih kota Tepian sebagai tempat untuk menggali informasi tentang Smart City dan  Sistem informasi penyelenggaraan statistik sektoral. Dipimpin langsung Kepala Diskominfo kota Malang Zulkifli Amrizal, Selasa (6/12) pagi rombongan asal kota Apel ini berkunjung ke Balaikota.

    "Walaupun usia Diskominfo Malang lebih tua dari Samarinda, tapi untuk urusan belajar Smart City dan Statistik kami harus belajar ke yang lebih muda," tutur Zulkifli mengawali pertemuan siang itu.

    Dalam paparannya pria berkacamata ini mengatakan, jika Diskominfo kota Malang saat ini belum terpilih bagian dari program Kementerian Kominfo untuk program Gerakan menuju 100 Smart City yang dicanangkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI.

    "Kami gagal saat assesment di kementerian karena dianggap belum ada perencanaan blue print untuk smart city di kota Malang," tuturnya.

    Sehingga imbasnya tidak ada pembiayaan yang teranggarkan lewat APBD untuk program Smart City kota Malang itu sendiri. 

    Padahal hasil akhir Gerakan Menuju 100 kota Smart City tadi adalah terbentuknya master plan yang memuat rencana pembangunan smart city ke depan.

    "Oleh itu kunjungan kita siang ini, sebenarnya saling melengkapi agar ada ancang-ancang  ke depan mengenai program smart city di kota Malang agar bisa terealisasi dan masuk dalam program Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah," kata Zulkifli.

    Sementara, Kadis Kominfo Samarinda Aji Syarif Hidayatullah saat menerima tamu dari Malang tersebut membeberkan,  kalau Samarinda bisa terpilih masuk dalam 25 kota sebagai program Smart City dari Kementerian, karena keuntungannya  program tadi sudah masuk dalam satu visi dan misi  walikota  yang menjadi program prioritas Pemkot Samarinda. 

    "Karena masuk dalam program prioritas tadi sehingga dalam penganggaran di APBD tidak menjadi kendala," tutur Dayat biasa Aji disapa.

    Ia menjelaskan walaupun baru menginjak usia dua tahun, kini Diskominfo Samarinda terus berusaha  untuk kerja keras agar bisa setara dengan kota besar lain yang lebih awal menerapkan program Smart City dari Kementerian. 

    Kini pihaknya tengah merampungkan master plan dan blue print dari Smart City. 

    Tujuannya sambung mantan Kepala BKD Samarinda ini agar ada gambaran anggaran untuk pengembangan ke depan.

    "Alhamdulillah kendati masih dalam tahap penyelesaian  blue print, tapi kami sudah mendapat dukungan anggaran di tahun 2019. Dan program ini juga mendapat respon luar biasa dari setiap OPD dilingkungan Pemkot Samarinda," urainya mengakhiri.

    Sementara untuk inovasi baru dalam bidang statistik tambah Dayat, pihaknya juga lagi mengembangkan aplikasi  Sistem Informasi Penyelenggara Statistik Sektoral Universal Terintegrasi atau yang disebut dengan SiPessut. Tujuannya untuk memudahkan penyimpanan dan mentransfer data, sehingga dapat diakses kapan dan dimana saja. 

    Artinya jelas dia dengan memanfaatkan aplikasi SiPessut  semuat data-data yang dimiliki OPD sudah terintegrasi dalam satu aplikasi yang dibangun oleh Diskominfo Samarinda.(kmf4)

Penulis: Echa

Bandara Samarinda, Memperpendek Waktu Tujuan

Berita Sebelumnya

SPBE untuk Tingkatkan Kinerja, Bukan Jadi Beban

Berita Selanjutnya

Yang Lain di Berita PPID

Tinggalkan Komentar