92 Kali

    SAMARINDA. Pemkot Samarinda terus mempercepat realisasi program Smart City dan quick win di kota Tepian. Ada dua program yang kini tengah fokus dikebut pengerjaannya, guna mendukung Samarinda yang telah dinobatkan sebagai kota Cerdas bersama 25 Kabupaten Kota di Indonesia oleh Kementerian Kominfo. 

    Yakni, program revitalisasi komplek Citra Niaga dengan misi menjadikan kawasan tersebut sebagai sentra usaha kecil‎ atau City Work serta program integrasi sistem atau jaringan bagi semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot dalam upaya membangun insfrastruktur mendukung  pelayanan publik dengan cepat serta akuntabilitas pelayanan dalam penyelenggaraan pemerintahan. 

    Hal tadi disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Samarinda Aji Syarif Hidayatullah, saat acara Focus Group Discussion, yang berlangsung Kamis (20/12) pagi, di aula Rumah Jabatan Walikota Samarinda. 

    Dayat begitu ia disapa dalam sambutannya menjelaskan, saat ini Diskominfo Samarinda telah menciptakan sebanyak 27 aplikasi, diantaranya aplikasi berupa layanan surat pengantar di kelurahan seperti e Kelurahan dan e Warga. 

    "Keberadaan aplikasi ini sangat membantu warga yang tidak perlu lagi repot ngurus surat pengantar tanpa harus datang ke kantor Kelurahan, melainkan cukup membuka aplikasi yang sudah terdownload di handphone,"Ungkapnya.

    Bahkan pihaknya sambung Dayat, bakal memberi rewards bagi kelurahan yang paling banyak memanfaatkan aplikasi tadi dalam mendukung pelayanan kepada warga. Selain lanjut dia, ada juga aplikasi antrian online yang bakal launching bulan Januari sebagai upaya memberikan kemudahan kepada warga yang berurusan di Kantor Dinas Catatan Sipil tanpa harus mengantri lama.

    "Jadi aplikasi ini sebenarnya untuk menyiasati agar tidak ada lagi antrian panjang di Capil, jadi cukup ambil no antrian hanya lewat handphone,"sebutnya.

    Lewat sistem teknologi yang dibuat tadi, tujuannya untuk mempercepat layanan ke masyarakat. Mengingat zaman sekarang sudah bukan zamannya lagi berurusan di kantor Pemerintahan dengan sistem face to face, semua sudah diatur lewat tekhnologi antara manusia dan komputer. Sehingga tidak ada lagi penyimpangan antara pegawai dan masyarakat.

    Sementara itu, Focus Group Discussion garapan Diskominfo Samarinda bersama RPX One Stop Logistic pagi itu melibatkan semua pelaku UMKM dengan membahas  Smart Economy Samarinda dalam mendukung Smart City. 

    Menghadirkan narasumber Ketua Dekranasda Samarinda Puji Setyowati dan Vice Presiden RPX M Noor Ikran serta Pimpinan Bidang Pemasaran Bank BNI 46 Anita Indriyani.

    Walikota Samarinda Syaharie Jaang ketika membuka forum diskusi tersebut menyampaikan, jika kemajuan zaman saat ini harus bisa disikapi dengan cepat dan tepat sebagai langkah persiapan menghadapi perkembangan tekhnologi. Caranya kata dia, dengan menciptakan hal-hal baru yang berkaitan dengan kemajuan zaman.

    "Seperti aplikasi antrian online tadi, saya pikir kalau sudah berjalan pemerintah tidak perlu lagi harus membangun gedung besar dan tempat parkir yang luas guna menampung warga yang harus mengantri untuk mengurus administasi kependudukan," lontar Jaang.

    Begitu juga dengan perlakuan ekonomi, ia berharap para pelaku UMKM di Samarinda bisa dijembatani lewat teknologi dalam memasarkan produknya. Sehingga dengan kemajuan zaman semua bisa berimbas positif untuk segala sektor.

    "Untuk Pelaku UMKM kalau bisa tolong dibantu baik dari segi pemasaran hasil karyanya hingga edukasi dalam pemanfaatan tekhnologi. Karena sekarang bukan lagi era jualan dengan sistem konfensional dengan datang ke kantor-kantor. Arus tekhnologi sudah mengubah semua itu,"pesan Walikota.

    Begitu pun dengan komplek Citra Niaga, walaupun bukan hal yang mudah, dirinya berkeyakinan dua tahun kedepan tempat tersebut bakal menjadi sentra UMKM yang siap ramai kembali dikunjungi warga lewat konsep City Work yang dikemas melalui Smart City. Sehingga warga luar yang berkunjung ke kota Tepian belum lengkap kalau belum mampir ke komplek tersebut.

    "Saya ingin  di sisa tugas saya menjadi Walikota yang tinggal dua tahun ini, ingin memberikan kesan bahwa kota ini layak sebagai kota tujuan. Sehingga setelah saya tinggal, keindahan Samarinda memang dipersembahkan untuk warga bukan untuk saya," ungkap Jaang.(kmf4)

Penulis: Echa

Jaang Pimpin Rapat Jelang Natal dan Tahun Baru

Berita Sebelumnya

Aplikasi Lamin Etam, Warga Samarinda Dimudahkan Pantau Harga

Berita Selanjutnya

Yang Lain di Berita PPID

Tinggalkan Komentar