105 Kali

SAMARINDA.  Tak ingin berlarut dengan kelangkaan BBM bersubsidi di kota Samarinda, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda Sugeng Chairuddin langsung memimpin rapat pembahasan di Balaikota, Selasa (19/3) lalu. 

“Kita ketahui bersama kalau ramai dibahas di media baik cetak, elektronik juga media sosial bahwa di Samarinda sering sekali terjadi kelangkaan BBM bersubsidi terutama solar dan bensin. Nah ini apa memang langka atau sebab lainnya yang perlu kita bahas bersama,” terang Sugeng dalam membuka rapat tersebut.

Sedangkan menurut laporan Pertamina bahwa pasokan BBM ke tempat SPBU itu tidaklah berkurang, artinya ada sesuatu yang perlu dicari akar permasalahannya atau memang kebutuhan masyarakat yang meningkat.

“Untuk BBM bersubsidi medio bulan Maret ada penambahan kuota sekitar 15 persen. Dan Ada beberapa SPBU yang dikhususkan dengan pengisian kendaraan di atas enam roda antara lain Sungai Kunjang, PM Noor, Bukit Pinang, Sungai Siring beberapa SPBU yang melayani pengisian diatas roda 6,”  tambah  Gedion mewakili Pertamina.

Secara perhitungan pasokan Pertamina aman kemudian memang ada peningkatan dalam penjualan BBM.  Namun peningkatan tersebut dengan tanda kutip banyak yang diselewengkan oleh para pengetab liar. “Problemnya harus menghilangkan pengetab dengan cara merazia penjual bensin didepan SPBU atau jalan protokol untuk memotong pasokan, Pemkot Samarinda berharap kepada pihak Kepolisian untuk menindak para pengecer di depan SPBU atau di jalan Protokol. Mudahan ini bisa berdampak terhadap antrian BBM bersubsidi kita mengurangi antrian dan kelangkaan,” tutup Sugeng. (Kmf5)

Penulis: Afdani

Pemkot Jaga Pasokan Bapokting Jelang Ramadhan

Berita Sebelumnya

Perangi Ancaman Stunting, Puskesmas Bukuan Dijadikan Role Model

Berita Selanjutnya

Yang Lain di Berita PPID

Tinggalkan Komentar