37 Kali

SAMARINDA. Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda, Sugeng Chairuddin nampaknya sedikit kecewa dengan minimnya persentase kehadiran pegawai dalam apel pagi. Termasuk untuk Apel Senin (1/10/2018) pagi. Dalam rapat koordinasi (rakor) bersama segenap pejabat usai Apel, Sugeng memberikan catan khusus terhadap persoalan ini. Di luar sikap tidak disiplin lainnya, menurut dia, Apel Senin dan Jumat pagi menjadi salah satu standar ukur riil tingkat kedisiplinan pegawai. Bahkan ia menyebutnya sebagai bagian dari pelanggaran bila tidak ikut apel.

"Saya sudah sering mengimbau pada waktu apel sampai saya berikan warning keras untuk potong TTP (Tunjangan Tambahan Penghasilan, Red). Tapi ternyata tidak bisa juga. Masih banyak saja yang tidak ikut apel," ungkap Sugeng.

Menurutnya kondisi seperti ini tidak bisa terus-menerus dibiarkan. Karena akan berpengaruh kepada pegawai dan staf lainnya yang selalu ikut apel. Karena itu, kedepan melalui Bagian Umum, akan disiapkan mesin finger print di lapangan. Dengan begitu, bisa melihat jelas bukti fisik kehadiran setiap pegawai di lapangan. (kmf7/kmf3)

Jaang: Investasi Boleh di Sekitar, Nginap dan Belanja Tetap di Samarinda Resmikan Kantor Pajak, Ajak Warga Bantu Korban Gempa

Berita Sebelumnya

Hadiri Nobar G30S/PKI, Jaang Minta NKRI Harga Mati Jangan Sekedar Ungkapan

Berita Selanjutnya

Yang Lain di Berita PPID

Tinggalkan Komentar