29 Kali

SAMARINDA – Sekretaris Daerah (Sekda) Samarinda Sugeng Chairuddin membuka Seminar Sinergitas Penanganan Ancaman Non Militer Provinsi Kaltim 2018 kerjasama PKP Provinsi Kaltim dengan Pemerintah Kota Samarinda, di aula rumah jabatan Walikota, Jumat (12/10/2018).
Sugeng dalam sambutannya menekankan bahwa seluruh stake holder baik Pemerintahan, Swasta, Masyarakat umum harus bisa mewujudkan sinergitas untuk mengatasi ancaman non militer yang tidak bisa dibiarkan begitu saja karena bisa membahayakan kedaulatan Bangsa dan Negara.
“Pemkot Samarinda beserta seluruh stake holder dan segenap warga masyarakat Kaltim, khususnya Samarinda harus bisa bersama–sama paling tidak menyamakan persepsi visi misi dalam rangka menghadapi ancaman semacam ini," ungkapnya.
Karena lanjutnya hanya dengan persamaan persepsi yang akan bisa mengatasi ancaman non militer seperti jaman sekarang.
Pada kesempatan ini Sugeng mewakili atas nama Pemkot Samarinda juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang sudah berpartisipasi terhadap penyelenggaraan acara ini, karena menurutnya sangat yakin dengan pelaksanaan kegiatan seminar ini maka penyelesaian ancaman non militer lebih efektif dan tepat sasaran.
Sementara itu Pejabat Perwakilan Kementerian Pertahanan Provinsi Kaltim Brigjen TNI Rukman Ahmad menegaskan seminar ini merupakan program Kementerian Pertahanan yang dilaksanakan di seluruh perwakilan seluruh Provinsi di Indonesia bekerjasama dengan Pemerintah Daerah.
“Seminar ini merupakan tindak lanjut, kajian ancaman non militer yang terbagi dalam beberapa hal termasuk ideologi, politik, ekonomi, sosial (seperti ancaman narkoba), budaya, keselamatan umum, teknologi dan lainnya," katanya.
Menhan sendiri sebutnya telah mengidentifikasi tidak kurang dari 50 jenis ancaman non militer termasuk juga ancaman bencana alam merupakan salah satu bagian dan perlu sinergitas semua untuk memulihkan pasca bencana.
"Tanpa sinergitas kita tidak akan bisa memulihkan dengan baik untuk korban terdampak pasca bencana. Karena itu kita membutuhkan sinergitas duduk bersama untuk dapat mengawal Bangsa Indonesia secara bersama, setelah Kemerdekaan RI tahun 1945 jaman sekarang ancaman lebih didominasi non militer,” tegas Rukman.
Pada kesempatan tersebut juga hadir Kepala Kemenag Kota Samarinda, Ka Kesbangpol kota Samarinda,  Forkominda Kota Samarinda, Wakapolres, yang mewakili Dandim, Denpom, Kejaksaan, Pengadilan, DPRD Kota Samarinda, Alim Ulama, Akademisi beserta undangan terkait lainnya.
Adapun nara sumber Kepala Kesbangpol Provinsi Kaltim Yudha Pranoto dan Dosen Unmul Fakultas Hukum Mahendra Putra Kurnia.(kmf5/kmf2)

Agus Sekwan, Rustam Kadinkes *Jaang: Bukan Terbaik, tapi Terpilih yang Dititipkan Allah

Berita Sebelumnya

Bangun MPP Upaya Genjot Investasi Rakerwil Apeksi, Kupas Strategi Peningkatan Investasi

Berita Selanjutnya

Yang Lain di Berita PPID

Tinggalkan Komentar