100 Kali

SAMARINDA. Setelah sebelumnya di SDN 002, kembali Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Samarinda menyelenggarakan kegiatan rutin Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2018, di SDN 006  Kelurahan Harapan Baru Loajanan Ilir Samarinda sekitar 800 siswa  siswi, Sabtu (20/10) pagi.
Menurut Ketua PDGI Kota Samarinda Deasy Evriyani, tema “Bahaya Konsumsi Zat Gula Tersembunyi Terhadap Kerusakan Gigi” ini diangkat berdasarkan penelitian bahwa banyak kerusakan gigi karena konsumsi zat gula yang berlebihan atau konsumsi gula sehari – hari.  
Karena sebutnya makanan yang dikonsumsi itu terdapat zat gula bisa tersembunyi bahkan sebenarnya ada anjurannya untuk orang dewasa itu maksimal 4 takar sendok makanan dan anak–anak 6 takar sendok teh untuk konsumsi gula perhari.
Ditegaskannya, jika berlebihan bisa menyebabkan jumlah gigi berlubang semakin meningkat.
“Kegiatan ini rutin dilakukan tiap tahun, tetapi hanya tahun lalu PDGI Cabang Samarinda tidak menyelenggarakan. Dan untuk pemilihan lokasi ini bergantian di seluruh kelurahan yang ada di Samarinda sehingga semua SD bisa terpapar acara BKGN," sebut Deasy dalam kegiatan yang dibuka kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda deg Rustam.
Dikatakannya kegiatan BKGN sendiri dibagi dua tahap yang pertama pra kick off yang dilakukan kepada 260 siswa dengan pengecekan kondisi kesehatan giginya itu yang menjadi edukasi dan evaluasi PDGI Cabang Samarinda untuk kegiatan tahun berikutnya.
Selain mengajarkan bagaimana cara sikat gigi yang benar PDGI Cabang Samarinda juga mengadakan Bimtek kepada guru – guru yang sudah dilakukan di SDN 002 dan SDN 006 Harapan Baru Loa Janan Ilir.
“Intinya kegiatan BKGN yang mengajarkan 7 kebiasaan baik untuk merawat kesehatan gigi dan mulut serta kita juga mengadakan pembinaan bagi dokter gigi kecil dengan kedepannya bisa sebagai kepanjangan tangan atau duta PDGI untuk mensosialisasikan kepada teman – teman sebayanya bagaimana cara menjaga kesehatan gigi yang baik dan benar serta sebagai edukasi kepada orang tua dan keluarga.
Setelah kegiatan seperti ini diharapkan Deasy motivasi untuk menjaga kesehatan mulut dan gigi semakin meningkat, serta sadar untuk memeriksakan gigi sedikitnya 6 bulan sekali jadi tidak hanya sakit saja baru diperiksakan ke dokter gigi.
Untuk saat ini yang tergabung dalam PDGI Samarinda sekitar 140 dokter gigi sehingga bisa dikalkulasi 1 dokter gigi berbanding 100 ribu masyarakat bila melihat jumlah penduduk Kota Samarinda saat ini.
 (kmf5/kmf2)
penulis : Afdani
editor : Doni

'Sulap' Pampang Seperti Desa Budaya Pangli Puran

Berita Sebelumnya

TTG Bali, Samarinda Tampilkan Teknologi Kompor

Berita Selanjutnya

Yang Lain di Berita PPID

Tinggalkan Komentar