54 Kali

    SAMARINDA. Walikota Samarinda Syaharie Jaang langsung memimpin pemusnahan

    4.286 botol barang bukti sitaan miras beralkohol dalam berbagai jenis merk yang sudah disidangkan di Pengadilan Negeri Samarinda dan mempunyai kekuatan hukum tetap dalam tindak pidana ringan.

    “Meski dalam keadaan hujan pemusnahan ini harus tetap lanjut, karena jauh hari sudah direncanakan dan barang bukti juga sudah ada di lapangan, sehingga apelnya saja yang kita pindah di teras Balaikota. Pemusnahan BB miras ini sudah memenuhi ketentuan Perda untuk mengatur, membina sehingga bisa mengendalikan peredaran miras itu tidak sembarangan ada di warung kecil seperti penjual sembako, kelontongan,” ucap Jaang saat apel pagi dirangkai penandatanganan oleh Forkompimda tentang kesepahaman Perda minuman beralkohol dan pemusnahan BB miras hasil pelanggaran peraturan daerah kota Samarinda, Senin (26/11) pagi.

    Dikatakan Jaang, peredaran miras ini sudah mengkhawatirkan, bisa dijual di warung kecil seperti penjual sembako, kelontongan. 

    “Dari hasil operasi satu bulan terakhir ini saja sangat banyak laporan dari Satpol PP. Kedepannya Pemkot Samarinda akan terus menggalakkan operasi, apalagi menyambut pergantian tahun baru mendatang. Saya sudah instruksikan pada pergantian tahun baru, agar tidak ada hal yang tak diinginkan akibat miras,” tambah Jaang.

    Harapan Jaang dalam kegiatan ini menjadi pelajaran bagi para pedagang miras ilegal supaya tidak menjual minuman beralkohol tanpa ijin yang lengkap.

    “Mereka akan rugi sendiri selain ada proses hukum, barang yang dijual juga dirazia dan bila terbukti disita semua.  Memang terkadang operasi di lapangan sering bocor sehingga oknum pedagang banyak yang lolos, akan tetapi kedepannya dengan operasi yang rutin seperti ini, harapannya peredaran miras tanpa ijin bisa berkurang,” tegasnya.

    Disebutkannya untuk warung yang sudah pernah kena razia akan diberi peringatan. Bila sampai mengulangi bisa diberi sanksi tegas dengan mempelajari dari segi perijinan bangunan kios–kiosnya, ijin jualan mirasnya, usahanya dan sebagainya.

    “Mereka kan rata–rata tidak punya ijin usaha padahal pemkot sudah punya kebijakan karena ijin UMKM hanya dikeluarkan di Kecamatan saja tanpa biaya dan retribusi,” beber Jaang.

    Sementara itu menurut Kepala Satpol PP Ruskan untuk pelaku penjual miras sudah diputuskan di Pengadilan Negeri Samarinda. Dan ada beberapa alkohol murni yang juga disita oleh petugas.

    Menurut Ruskan, itu sebenarnya bisa dijual karena bisa untuk steril pembersih luka, bisa juga sebagai atau alat pembersih kosmetik mungkin karena ijinnya tidak ada, sehingga ikut ditindak karena bisa disalahgunakan bisa dicampur dengan minuman tertentu.

    “Di beberapa tempat, memang pernah ditemukan seperti di Tepian Mahakam bahkan di samping Rumah Jabatan Walikota Samarinda pun pernah diketemukan pelaku yang mengoplos alkohol dengan minuman tertentu,” ungkap Ruskan. (kmf5)

Penulis: Afdani

Bermodal 3 Juara Nasional, PKK Optimis Raih Panji. Ternyata Isteri Gubernur Dulu Ikut Lomba ASI di PKK Samarinda

Berita Sebelumnya

I LOOP Run Tambah Gairah Pariwisata

Berita Selanjutnya

Yang Lain di Berita PPID

Tinggalkan Komentar