97 Kali

SAMARINDA. Tim Penilai Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat Provinsi Kalimantan Timur tahun 2018 mulai melakukan penilaian terhadap perwakilan sekolah di Samarinda, diantaranya TK Negeri 2 Samarinda, SDI Cordova, MTs Negeri Samarinda dan SMU 9 Samarinda.


Mewakili walikota Samarinda, Plt Asisten I Setkot Samarinda Tejo Sutarnoto ketika menerima tim penilai secara simbolis di MTs Negeri mengharapkan wakil Samarinda bisa mewakili Kaltim di tingkat nasional.


Memang lanjutnya, bukan penghargaan yang menjadi tujuan, tapi bisa menjadi motivasi bagi sekolah lainnya untuk berlomba lomba menerapkan sekolah sehat di lingkungan sekolah.


”Dengan adanya LSS ini dapat meningkatkan derajat kesehatan dan membentuk pola hidup sehat di kalangan peserta didik maupun guru-guru, karena Unit Kesehatan Sekolah (UKS)  adalah instrumen  yang sangat penting menunjang proses belajar dan mengajar dalam lingkungan sekolah dan setiap sekolah yang ada di Samarinda,"ujar Tejo.


Untuk itu pada kesempatan penilaian (LSS) tingkat Provinsi Kalimantan Timur 2018 ini ia mengajak kepada seluruh siswa dan siswi di Kota Samarinda untuk meningkatkan kesadaran tentang kesehatan di Sekolah, karena ciri sekolah sehat sehat yaitu peserta didiknya berperilaku dan berbudaya sehat.


Dengan demikian sebutnya jika anak-anak didik sehat, tentunya akan meningkatkan kemampuan belajar, tumbuh kembang secara optimal, sehingga berpengaruh dalam pola fikirnya.


Untuk 2018 ini Pemerintah Kota Samarinda patut berbangga karena TK Negeri 1 Pembina yang berada di kawasan Voorfo Samarinda meraih Juara 2 dalam Lomba Sekolah Sehat (LSS) Tingkat Nasional.


Hal ini sebutnya merupakan buah dari upaya semua pihak dalam mewujudkan sekolah sehat yang mencakup semua indikatornya.


“Semoga tahun  2019  Samarinda dapat kembali mewakili Kalimantan Timur dalam perhelatan yang sama," harapnya.  


Karena sebutnya Pemerintah Kota Samarinda sangat serius dan berkomitmen mengawal Lomba Sekolah Sehat semaksimal mungkin.


Ketua Tim Penilai Lomba Sekolah Sehat Marmo menyampaikan, bahwa pada tahun 2018 diikuti oleh 10 Kabupaten/Kota yang ada di Kalimantan Timur, dan Samarinda mendapatkan kesempatan terakhir untuk dinilai oleh Tim.


Marmo menyampaikan Kaltim sejak tahun 2014 hingga 2018 ini telah masuk dalam LSS tingkat Nasional dimana selalu mendapatkan Juara 2 tingkat nasional hingga sekarang.


“Kami mengharapkan di tahun 2019 mendatang Kaltim dapat meraih Juara 1 tingkat Nasional, dan karena itu kita harus bekerja keras untuk mencapainya.


Dan kami berharap untuk di Samarinda dapat membentuk kelompok kerja (Pokja-pokja)  yang dibentuk oleh Tim Pelaksana UKS  untuk mencapai kesuksesan yang kita semua harapkan," tutupnya.


Hadir dalam kesempatan ini Kepala Diknas Samarinda Ahmad Hidayat, Kepala Kemenag Samarinda Masdar Amins, kepala Dinkes Samarinda drg Rustam, kepala DLH Nurahmani, Ketua TP UKS Puji Setyowati, camat dan lurah.(kmf10)


Penulis: Eko

Sosialisasikan Komunikasi Sandi dan Implementasi Sertifikat Elektronik. Endang : Kebocoran Disebabkan Karena Keterbatasan SDM

Berita Sebelumnya

Ramah HAM, Penyandang Disabilitas Dihonorkan

Berita Selanjutnya

Yang Lain di Berita PPID

Tinggalkan Komentar