2855 Kali

SAMARINDA. Walikota Samarinda, Syaharie Jaang menghadiri pengumuman dan penganugerahan penghargaan lomba inovasi daerah tatanan normal baru produktif dan aman. Kegiatan tersebut berlangsung secara virtual melalui video conference dari ruang VIP Rumah Jabatan Walikota, Senin (22/6).

 

Turut hadir mendampingi dalam kegiatan itu Asisten III Setda Ali Fitri Noor, Kepala Dinas Kominfo Aji Syarif Hidayatullah, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Jusmaramdhana Alus, Kepala Badan Litbang Isfihani, dan Kabag Organisasi Irmina Idang.

 

Kegiatan penganugerahan penghargaan lomba inovasi daerah tatanan normal baru produktif dan aman itu dibuka langsung Wakil Presiden Republik Indonesia, KH Ma'aruf Amin. Acara yang berlangsung di Gedung Sasana Bhakti Praja Kementerian Dalam Negeri Jakarta itu dihadiri juga oleh Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo.

 

Telah terkumpul 2.517 video inovasi pada 7 sektor dan 4 klaster dari seluruh provinsi, kabupaten dan kota maupun daerah tertinggal. Tujuh sektor kehidupan yaitu pasar tradisional, pasar modern, hotel, restoran, tempat wisata, transportasi umum dan tempat Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

 

Syaharie Jaang mengemukakan Samarinda saat ini sedang menuju New Normal, dimana sekarang sedang memasuki fase relaksasi tahap kedua hingga akhir bulan dan selanjutnya fase relaksasi tahap ketiga.

 

“Sejak masa pandemi Covid-19 kita terus melakukan inovasi dalam berbagai pelayanan termasuk dalam memberikan bantuan. Kita Pemerintah Kota Samarinda tidak hanya menggiring OPD untuk berinovasi, tapi semua lini kehidupan harus berinovasi dalam memerangi musuh bersama Covid-19,” tegas Jaang.

 

Sebelumnya Tito Karnavian menyatakan, perlombaan digelar Kemendagri bersama sejumlah instansi terkait di tingkat pusat. Sebanyak 548 Pemerintah Daerah menjadi peserta karena berperan penting dalam pelaksanaan kenormalan baru (new normal) di tengah pandemi dan bersentuhan langsung dengan masyarakat masing-masing.

 

“Sebagai sesuatu yang baru, tatanan ini memerlukan pengenalan atau pra kondisi agar seluruh masyarakat siap dan mampu beradaptasi. Pra kondisi ini dilakukan dengan protokol kesehatan dalam berbagai sektor kesehatan dengan simulasi-simulasi," ujar Tito dalam sambutannya.

 

Ia melanjutkan pandemi tak kan berakhir dalam waktu cepat, sehingga perlu inovasi dengan tatanan kenormalan baru dengan dalih tak mungkin terus-menerus melakukan pembatasan secara ketat, termasuk karantina wilayah (lockdown).

 

Para pemenang di setiap sektor dan klaster menerima piagam penghargaan dan Dana Insentif Daerah (DID). Besarannya, juara pertama Rp 3 Milyar, kedua Rp 2 Milyar dan ketiga Rp 1 Milyar.

 

Wapres Ma’ruf Amin mengapresiasi penyelenggaraan Lomba Inovasi Daerah Tatanan Normal Baru, Produktif dan Aman Covid-19 yang disampaikannya secara virtual.

 

“Saya sangat menghargai inisiatif Kemendagri untuk memperkuat kesiapan daerah memasuki tatanan normal baru, sudah tentu diperlukan inovasi yang menjadi kunci keberhasilan suatu daeah memasuki era produktif dan aman Covid-19,” kata Wapres.

 

Menurutnya, inovasi dalam memasuki tatanan kenormalan baru sangat penting dilakukan mengingat perubahan akibat pandemi Covid-19 hampir menyentuh semua sektor kehidupan. Untuk itu, sebagai pemerintahan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, Pemerintah Daerah harus memiliki kesiapan yang matang dalam mempersiapkan kenormalan baru tersebut. (don/red/kmf-smd)



Bertemu Walikota, Partai Gelora Kota Samarinda Siap Bersinergi

Berita Sebelumnya

Walikota Samarinda Ingatkan Untuk Tak Percaya Orang Yang Jual Namanya

Berita Selanjutnya

Yang Lain di Berita PPID

Tinggalkan Komentar