170 Kali

SAMARINDA. Walikota Samarinda, Syaharie Jaang mengajak segenap masyarakat untuk terus mewaspadai berita bohong alias hoax. Karena jika tidak, justru bisa memicu perpecahan dan disintegrasi bangsa. Ajakan yang sama juga ia sampaikan kepada para pengurus Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Samarinda periode 2017-2019 yang baru saja dikukuhkannya di aula Rumah Jabatan (Rumjab) Walikota, Jalan S Parman, Samarinda Ulu, Selasa (2/10/2018) siang.

“Waspadai semua isu. Kita lihat memang sekarang gencar kampanye untuk menolak berita hoax, tapi tetap saja ada. FPK juga harus menjaga ini. Jangan sampai tercerai-berai. Sampaikan ke organisasi paguyuban untuk saling menjaga diri,” ucap Walikota dalam arahannya.

Menurutnya, forum ini agar dijadikan wadah yang benar-benar mempersatukan kota Samarinda yang terdiri dari berbagai suku, agama, ras, dan budaya sehingga konflik yang mungkin terjadi bisa diminimalisir.

“Saya selalu katakan bahwa Samarinda adalah miniatur Indonesia, yang semua suku, agama, ras dan budaya ada di sini. Tapi dengan perbedaan ini, kita jadikan modal membangun kota yang aman, kondusif dan sejahtera. Berbeda, kita bersatu untuk kebersamaan,” tegasnya.

Begitu pula di dalam FPK ini sebutnya, berbeda warna politik, namun diingatkan dalam menggapai tujuan dari pembentukan FPK ini, perbedaan warna politik bahkan ada para caleg dari beragam Parpol, supaya dikesampingkan dulu. Dikatakannya, FPK harus hadir dan berada paling depan sebagai panglima untuk mempertahankan, melawan dan menegakkan serta bertindak proporsional dengan tetap menjaga pengendalian diri, baik individu, kelompok dan golongan, serta tetap terkontrol, terkoordinasi dan terpadu.

Sementara Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Tejo Sutarnoto mengatakan peran FPK tidak kecil, karena bagian dari pembinaan dan pembangunan kemasyarakatan dalam menciptakan keamanan daerah yang kondusif.

“Tujuan dari FPK ini agar menjadi wadah informasi, komunikasi, konsultasi, dan kerjasama antar warga yang diarahkan untuk menumbuhkan, memantapkan, memelihara dan mengembangkan pembauran,” sebut Tejo.

Oleh karena lanjut dia, FPK Samarinda yang dinahkodai Rudyanto Sulisthio dengan pengurus 32 peserta ini terdiri dari tokoh atau pengurus, Ormas dan organisasi kepemudaan. “Mohon maaf dari kami, pelaksanaan pengukuhan yang seharusnya setelah keluarnya SK walikota 14 Nopember 2017 tertunda, dan baru bisa tahun ini,” tutur Tejo yang juga Plt Asisten I Setkot Samarinda itu. (kmf2/kmf3)

Jaang: Jangan Hanya Bisa Beli, Wajib Dirawat Dapat Bantuan Pusat, Mobil Tinja di Samarinda Kini Jadi 8 Unit

Berita Sebelumnya

Kadis Kominfo Tantang Adakan Aplikasi Pajak Online

Berita Selanjutnya

Yang Lain di Berita PPID

Tinggalkan Komentar