354 Kali

SAMARINDA.KOMINFONEWS – Pemerintah Kota Samarinda bersama Litbang Kompas memaparkan hasil “Survei Teropang Samarinda” yang dilaksanakan selama 2,5 bulan terakhir. Kegiatan berlangsung di Teras Anjungan Karangmumus, Balai Kota Samarinda, Senin (28/7), pukul 14.00 WITA.

Acara ini dihadiri langsung Wali Kota Samarinda, Dr. H. Andi Harun, bersama jajaran pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda diantaranya Asisten II Marnabas Patiroy, Kepala Dinas PUPR Desy Damayanti, Kepala Diskumi Jusmaramdhana Alus, Kepala Disdikbud Asli Nuryadin, Kepala Diskominfo Aji Syarif Hidayatullah, Sekretaris Diskominfo Suparmin, serta Kabag Tapem Arif Surochman dan Pejabat Terkait di Lingkungan Pemkot Samarinda.

Dalam pertemuan itu, Peneliti Litbang Kompas, Christian Marpaung, menjelaskan survei ini bertujuan untuk mengukur kepuasan publik, efektivitas 10 program unggulan, serta menangkap potensi, persoalan mendesak, dan harapan masyarakat.


Hasil survei menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap Pemkot Samarinda sebesar 86,5%, dengan citra Wali Kota mencapai 98,6%. Mayoritas responden juga menyatakan optimisme terhadap arah kepemimpinan saat ini. 

Beberapa program seperti Probebaya, pengembangan RTH, bantuan pendidikan gratis, dan Doctor on Call mendapat apresiasi tinggi, sementara pengendalian banjir dan sektor ekonomi dinilai masih perlu ditingkatkan.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Andi Harun menyambut positif hasil ini sebagai bahan evaluasi penting. 

Ia menegaskan komitmen memperkuat pelayanan publik melalui pendekatan yang terbuka dan responsif.

“Ini bukan akhir, tapi momentum untuk memperbaiki yang belum maksimal,” tegasnya. 

Ia juga menyampaikan di akhir sesi wawancara eksklusif bersama Kompas TV, yang digelar seusai pemaparan hasil survei selesai. 

Wali Kota Andi Harun menanggapi langsung berbagai temuan Litbang Kompas, termasuk catatan masyarakat terhadap program yang masih perlu diperkuat.

Tak begitu saja, Ia juga memberikan pesan  yang menarik dan ajakan penuh semangat untuk membangun kota secara kolaboratif.


“Amun (kalau) kita beimbai (sama-sama), gotong royong, dan begawi bujur-bujur (bekerja sungguh-sungguh), disertai kejujuran dan keikhlasan mencintai kota ini, Tuhan pasti beri jalan keluar terbaik,” tutur Andi Harun

Ia menutup dengan menekankan pentingnya ruang kritis sebagai energi untuk terus memperbaiki diri.

“Mari perkuat kerja sama tanpa kehilangan nalar kritis. Kritik membangun adalah asupan positif untuk perubahan,” tutupnya optimis. (VE/DON/KMF-SMR)


Wawali Saefuddin Zuhri Buka Rapat Kerja Tim Pembina UKS/M Kota Samarinda: Satukan Sinergi Menuju Stratifikasi UKS/M yang Lebih Unggul

i
Berita Sebelumnya

Proyek KPBU RS Abdul Moeis Masuk Tahap Lanjutan Pembiayaan

Berita Selanjutnya

Yang Lain di Berita PPID

Tinggalkan Komentar