222 Kali

SAMARINDA.KOMINFONEWS - Sesuai dengan Amanat Presiden RI, Joko Widodo, Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Tahun 2022 pun digelar dari kerjasama Pemkot Samarinda bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur.

Kegiatan yang digelar di Gg.19 RT 82 Kampung Tangguh Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang ini pun gelar serangkaian acara, diantaranya  penandatanganan Kerjasama Antar Daerah (KAD), Gerakan Urban Farming Penanaman Cabai di 59 Kampung, Kluster, dan Pondok Pesantren Binaan, Pasar Murah,Pasar Tani, Peresmian Bebaya Mart (Kios Stabilisator Inflasi), Penyerahan Program Sosial Bank Indonesia Untuk Stabilisasi Harga Pangan, Kampung Andalan dan Tri Manunggal Kencana Kesehatan Terpadu 2022.

Wali Kota Samarinda Dr H Andi Harun pun menerangkan Pemkot pun berupaya mengendalikan Inflasi Pangan dari penanaman cabai.


"Secara umum tema besarnya adalah Gerakan Pengendalian Inflasi pangan. Salah satu yang kita praktikan hari ini adalah urban farming di sektor cabai. Karena cabai adalah salah satu komoditas yang sangat rentan memberikan kontribusi terhadap inflasi. Nanti ada di kampung Ketupat dll karena ada 59 Kampung akan kita buat gerakan agar pasokan dan ketersediaan stok pada saat kebutuhan cabai berada di level tinggi, kita bisa kendalikan dan melakukan intervensi karena ketersediaan stoknya ada sehingga harga bisa terkendali". Terang Andi Harun.

Pimpinan Kota Samarinda ini pun menambahkan, berdasarkan data Bank Indonesia sangat menentukan naik turunnya inflasi di Samarinda. 


"Karena seperti yang saya bilang Bapokting kita mayoritas berasal dari daerah lain. Sehingga harus ada intervensi, di mana salah satu bentuknya dengan kolaborasi dan sinergi dengan lintas instansi bersama BI untuk melakukan pengendalian. Seperti yang saya sampaikan tadi, BBM naik, maka intensitas kita dalam memonitor dan mengendalikan juga akan meningkat. Alhamdulillah sampai hari ini masih sangat stabil harganya". Pungkasnya.

Wali Kota Samarinda, Dr H Andi Harun didampingi oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Ricky P Ghozali pun melaunching Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dan meresmikan Bebaya Mart (Kios Stabilisator Inflasi) di rangkai dengan menilik pasar murah yang ada di sekitar tempat acara. (THR KMF-SMR)


Akhirnya IPA Kahol 250 L/DT Dikelola Perumdam Samarinda, Wali Kota : Terima Kasih Kementerian PUPR

Berita Sebelumnya

Resmikan Kedai Kopi, Wali Kota Berharap Ada Brand Usaha Kopi di Samarinda Bisa Go Nasional

Berita Selanjutnya

Yang Lain di Berita PPID

Tinggalkan Komentar