282 Kali

SAMARINDA.KOMINFONEWS - Dalam rangka Meningkatkan kapasitas kader Posyandu se kota Samarinda Tim Penggerak PKK kota Samarinda melaksanakan Pelatihan Komunikasi Perubahan Perilaku bagi kader Posyandu dan pendampingan melalui Metode Emotional Demonstration (Emo-Demo) se kota Samarinda yang  bekerjasama dengan Asosiasi EMO-Demo (ASFED) Jawa timur di Hotel Selyca Samarinda. Rabu (16/11/2022) pagi.

Pelatihan diikuti oleh 60 orang kader posyandu, 10 orang penyuluh keluarga berkualitas, 10 orang Pengurus PKK kecamatan se kota Samarinda, yang dilaksanakan tanggal 16-18 November 2022.


Hasil riset kesehatan dasar 2018 menunjukan bahwa 13,8 % wanita mengalami gizi buruk, 3,5 % balita mengalami kekurangan gizi, 19,3 % pendek, 6,7 % balita kurus, 8 % balita mengalami kegemukan dan 48,9 % ibu hamil mengalami anemia dan sebagian di alami d usia remaja, "ujar Rinda Wahyuni ketua TP.PKK kota Samarinda.

Salah satu masalah gizi pada balita di Indonesia adalah Stunting, yang penyebabnya masalah gizi pada ibu hamil dan balita pada siklus kehidupan pada kandungan hingga usia 2 tahun atau yang di kenal dengan HPK (hari pertama kehidupan).

Dengan melalu pelatihan EMO-DEMO ini dapat menurunkan angka Stunting yang ada di kota Samarinda dan kader-kader Posyandu yang ada di 10 kecamatan benar-benar memanfaatkan momen ini,"harap Rinda Andi Harun.


Mewakili wali kota Samarinda staf ahli bidang Kemasyarakatan dan SDM kota Samarinda Heri Suryansyah menyampaikan masih banyak masyarakat yang tidak kesehatan diri maupun kesehatan keluarga, kondisi seperti ini tidak jarang juga terjadi di kota Samarinda, dimana kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan keluarga dan kebersihan lingkungan ini masih  relatif kurang. Untuk itu adanya inisiatif dari pihak TP PKK kota Samarinda yang bekerja sama dengan pihak Asosiasi Fasilitator Emo Demo (ASFED) Jawa timur dengan melaksanakan kegiatan pelatihan  bagi kader Posyandu se kota Samarinda merupakan hal yang patut kita apresiasi dan dukung bersama, "tuturnya.


Karena kader posyandu sangat berperan dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat guna meningkatkan kebersihan lingkungan dan menjaga kesehatan keluarga dan selain sebagai pemberi Informasi, kader Posyandu juga berfungsi sebagai penggerak masyarakat untuk datang ke posyandu dan melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat yang dibantu oleh petugas kesehatan guna mendukung kesehatan khususnya ibu dan anak serta keluarga untuk mencegah Stunting. "tambahnya.

Heri Suryansyah berpesan kepada para peserta pelatihan saya berharap agar dapat mengikuti dengan baik dari awal hingga akhir, sehingga kota Samarinda terbebas dari resiko Stunting. (Eko/kmf-smd)

Cek Serapan Anggaran Covid 19, Tim Satgas PEN Polri Berkunjung ke Balai Kota

Berita Sebelumnya

Rusmadi Serukan Camat-Lurah Aktifkan Lagi Posyandu, Faktor Penting Dukung Penurunan Stunting

Berita Selanjutnya

Yang Lain di Berita PPID

Tinggalkan Komentar