824 Kali

SAMARINDA.KOMINFONEWS – Kota Samarinda sebagai salah satu kota penyangga ibukota negara (IKN) Nusantara hingga saat ini terus melakukan pembenahan, baik fisik maupun non fisik seperti SDM hingga urusan sosial untuk mempersiapkan diri ketika IKN RI sudah berpindah di Kaltim.

Hal ini disampaikan Wali Kota Samarinda Dr H Andi Harun yang diwakilkan kepada Ketua Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) kota Samarinda Syaparudin saat menjadi narasumber pada Simposium Nusantara garapan PC Pergerakan Mahasiswa Islam Indoensia (PMII) kota Samarinda di Warkop Bagios, Samarinda, Selasa (27/9/2022).

Simposium Nusantara dengan tema “Itjihad Gerakan Pemuda, Berdaulat Dalam Peradaban di IKN Nusantara ini menghadirkan pula kepala Dispora Kaltim Agus Tianur dan Bendahara Umum PB PMII Panji Putra Nugraha sebagai Nusantara. Kegiatan ini dirangkai pula Pembukaan Pelatihan Kader Lanjut III PMII Se Kaltim.


“Pemerintah kota terus melakukan pembenahan seperti terlihat sendiri bagaimana aktivitas di lapangan. Begitu pula dalam minggu-minggu ini, intens melakukan pertemuan untuk agenda pembangunan revitalisasi Sungai Mahakam. Ini ingin menjadikan Sungai Mahakam sebagai destinasi wisata berkelas dunia,” ucapnya.

Kemudian lanjutnya akan meningkatkan level RSUD IA Moeis bertaraf internasional. 

“Hal ini tentunya salah satu persiapan menyambut IKN. Yang mana sebagai daerah penyangga, hal-hal seperti ini harus dilakukan. Jangan sampai nanti kita menjadi penonton di rumah sendiri,” tegasnya.

Tentunya selain melakukan ini katanya, tetap melanjutkan program pengendalian banjir karena ini penting. “Pengendalian banjir ini adalah janji Pak Wali yang menjadi prioritas. Tentunya sejalan pula dengan program kita menyiapkan diri sebagai daerah penyangga IKN,” tandasnya.


Menurutnya Samarinda sebagai segitiga IKN, tentu menyiapkan segala sesuatunya agar Samarinda benar-benar berubah wajahnya, menjadi kota yang nyaman dihuni masyarakat termasuk mengantisipasi urbanisasi.

Selain fisik lanjutnya, dilakukan pula penyiapan SDM. “Saya selaku ketua Fordamai (Forum Pemberdayaan Masyarakat IKN) wilayah Samarinda tentu melakukan kerjasama dengan berbagai pihak, seperti Disnaker, Kementerian PUPR di provinsi, Balai Jasa Konstruksi Wilayah V Banjarmasin akan melaksanakan pelatihan ketenagakerjaan di bulan Oktober dengan peserta 200 orang dari Samarinda sebanyak 5 angkatan,” bebernya.

Namun ia juga menghimbau kepada mahasiswa untuk mempersiapkan diri menyongsong IKN agar meningkatkan kualitas diri, akademik, membangun kapasitasnya, kompetensinya, sehingga ketika IKN membutuhkan SDM yang unggul dan kompetitif sudah dipersiapkan.


“Teman-teman mahasiswa di Kaltim dari berbagai perguruan tinggi, agar mengantisipasi sedemikian rupa kaitan dengan pemindahan IKN. IKN kita yakini mampu membawa perubahan besar bagi Kaltim khususnya, dalam rangka percepatan pembangunan yang merata bagi kabupaten/kota se Kaltim. tentunya umumnya, dengan IKN di Kaltim, pembangunan Indonesia kedepan, dibangun dengan prinsip pemerataan dan keadilan bagi seluruh wilayah nusantara. Inilah yang dimaksud Presiden kita Pak Jokowi, membangun dari Kaltim sama dengan menjadikan ibukota negara sebagai Indonesia sentris. Kalau selama ini ada pandangan Jawa sentris karena pembangunan terkonsentrasi di Jawa, maka kedepan dengan membangun Indonesia dari Kaltim, inilah yang dimaksud membangun Indonesia sentris,” pungkasnya

Sementara Ketua Umum PC PMII Kota Samarinda Usamah Ahmad Syahid

Menyampaikan kegiatan ini merupakan momentum membangun sebuah gerakan  pemuda yang ada di Kaltim untuk berdaulat dalam peradaban IKN Nusantara. “Artinya di sini kami menyambut dengan baik IKN dan juga membuat ruang intelektual agar kader-kader PMII tidak hanya diam sebagai penonton, tapi juga ikut berperan dalam membangun IKN,” pungkasnya.(DON/ND/KMF-SMR)

Samarinda Miliki Lahan yang Cukup untuk Pengembangan Sektor Agrobisnis Perkebunan Buah

Berita Sebelumnya

Terima Audiensi Dewan Pendidikan, Wawali Bahas Pro-Bebaya

Berita Selanjutnya

Yang Lain di Berita PPID

Tinggalkan Komentar