1174 Kali

PADANG. KOMINFONEWS - Kehebohan pengunjung yang bahkan rela antri di stand Pemkot-Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) kota Samarinda mengundang penasaran wali kota Samarinda Dr H Andi Harun yang didampingi ketua Dekranasda Samarinda Hj Rinda Wahyuni Andi Harun untuk melihat langsung konsep yang diusung.

Seusai menghadiri Welcome Dinner Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XV Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) tahun 2022 di kota Padang, Minggu (7/8/2022) malam tadi langsung meninjau stand Pemkot Samarinda-Dekranasda Samarinda di Indonesia City Expo (ICE) tahun 2022.

Kota Samarinda sebagai kota Penyanggah dan Jantung dari Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara menyajikan konsep replika Titik Nol Ibu Kota IKN Nusantara sekaligus disiapkan ornamen pakaian Dayak untuk berfoto menjadi magnet bagi pengunjung.

Sejak pagi stand pameran dibuka, ratusan pengunjung sudah ramai berfoto bahkan beberapa kepala daerah, ketua Dekranasda kota, pejabat dari berbagai daerah serta pengunjung lainnya.


Tak heran sesampai di stand Wali Kota dan ketua Dekranasda kota Samarinda dibuat surprise sekelompok mahasiswa asal Padang yang menyambut ucapan selamat datang kemudian mengajak berfoto bersama di replikasi Titik Nol mengenakan ornamen pakaian dayak.

“Suatu kebanggaan bagi kami bisa berfoto langsung dengan bapak dan ibu walikota Samarinda, dan kami sangat

terpukau dengan  kebudayaan dari Samarinda beserta penyambutan dari tim Samarinda,” ucap mahasiswa Politeknik Negeri Padang Anisa Rahmawati didampingi rekan-rekannya Silvy Putri Maharani (Universitas Diponegoro), 

Vanessa Syahri Yelsi dan Dafiq Naskar (Universitas Andalas), Nabila Maharani, Naurah Waddamah Azulef dan Nadia Abas (Universitas Negeri Padang).

Rona kegembiraan wali kota pun tidak bisa disembunyikan ketika melihat sambutan dari para mahasiswa dan stand Pemkot Samarinda.

Wali Kota juga menyambut langsung kunjungan Wali Kota Tarakan dr Khaerul dan isteri yang untuk kedua datang ke stand Samarinda.


“Alhamdulillah kami merasa stand kita mampu menarik pengunjung. Apalagi setelah mereka berfoto mereka banyak singgah membeli produk pengrajin,” ucap Rinda.

Rinda menyebutkan para pengunjung rela mengantri untuk berfoto di replika Titik Nol ditambah memakai ornamen adat Dayak.

Adapun produk pengrajin yang menjadi primadona diantaranya gelang kayu gaharu, gelang manik, tas rotan, tas manik, bening atau gendongan bayi juga anjat produksi Manika Kaltim.

Begitu pula batik tulis khas Samarinda dengan bervariasi motifnya produksi Putri Syafril.

Tak kalah juga produk makanan ringan dan minuman herbal dari Dapur Dewi Sari diantaranya minuman herbal Teh Bajakah Super, Teh Bawang Tiwai atau Bawang Dayak, tej insulin, Jahe Kelor dan Jahe merah.

Kemudian untuk makanan ringan seperti elat sapi, gula gait, keminting, gula aren cair, gula aren pasir dan amplang.(don/kmf-smr)

Pertama di Indonesia, SMPN 35 Raih Predikat Sekolah Pusat Siaga Kependudukan Tingkat Nasional

Berita Sebelumnya

Rusmadi Kukuhkan IKAPAMA kota Samarinda

Berita Selanjutnya

Yang Lain di Berita PPID

Tinggalkan Komentar