66 Kali

SAMARINDA. KOMINFONEWS-Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Samarinda terlihat  masih jauh dari kata ideal. Bahkan sejumlah RTH kini dituding beralih fungsi menjadi lahan bisnis.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 5 Tahun 2008 Tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan, setiap daerah ditargetkan memiliki 30 persen RTH, dengan peruntukan sebesar 20 persen RTH publik dan 10 persen RTH private.


Wakil Wali Kota Samarinda Dr. H. Rusmadi saat meninjau tepian Mahakam yang berada tepat di depan kantor gubernur jalan Gajah Mada kelurahan Jawa kecamatan Samarinda Ulu, Senin (31/5/2021) sore.

Rusmadi mengaku, Pemerintah Kota Samarinda perlu melakukan penataan ulang dan audit lingkungan agar capaian RTH 30 persen bisa terealisasi. 

Ia menilai ketersediaan RTH di Kota Samarinda karena ketidaktegasan dari pemerintah daerah itu sendiri.

“Saat ini telah beralih fungsi menjadi tempat berdagang, ada juga alih fungsi pemanfaatan lahan parkir. Harusnya dengan keterbatasan yang ada, pemerintah bisa tegas menyikapi hal itu. Kami hanya ingin mengembalikan fungsinya, tentunya didasarkan peraturan dan solusinya” ucapnya.


Ia mencontohkan, alasan mempertahankan kawasan tepian Mahakam sebagai RTH sangat jelas. 

Karena ia menginginkan pemandangan sepanjang Tepian Mahakam harus menjadi pintu gerbang yang baik bagi tamu daerah lain yang berkunjung ke Kota Samarinda.

“Dari yang kita tinjau saat ini terbagi menjadi empat segmen, pemerintah hanya membuka ruang pedagang di segmen 2 yaitu di depan kantor gubernur, dan segmen 3 di taman Teluk Lerong,” beber Rusmadi.

Dari 140 Pedagang Kaki lima (PKL), pemkot akan mengakomodir 65 pedagang  dengan luas lokasi yang telah ditentukan.

Selain itu pengembangan kawasan kuliner dan fasilitas lainnya menggunakan lahan RTH. Dan itu harus dievaluasi dan ditata kembali.

“Nantinya yang menjadikan nilai jual Tepian Mahakam ini Pemandangan beserta tamannya, ini yang kita jual kepada tamu-tamu luar daerah,” tutup Wakil Walikota (FAN/DON/KMF-SMD)


Secara Virtual Ikuti Hari Lahir Pancasila, Wawali : Kristalisasi Pancasila Satu Nafas dengan Pro Bebaya

Berita Sebelumnya

Wawali : Indikator Keberhasilan Program 100 Hari Harus Diperjelas

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar