584 Kali

SAMARINDA - Pemerintah Kota Samarinda tak pernah jemu untuk terus menunjukan perbaikan kinerja dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Setelah pernah dihadapkan dengan permasalahan defisit anggaran untuk menyelesaikan masalah kewajiban dengan pihak ketiga, kini tahun demi tahun dibawah kendali pasangan Wali Kota Samarinda H Syaharie Jaang dan Wawali Nusyirwan Ismail Pemkot terus menunjukan tren positif.

Diantaranya, laporan hasil pemeriksaan kinerja keuangan Pemkot Samarinda pada tahun 2012 yang akhirnya bisa meraih opini WDP dibarengin dengan pencatatan aset-aset Pemerintah kini tengah membaik ditambah lagi penyehatan kembali Perusahaan Daerah Pergudangan dan Aneka Usaha (PDPAU) yang sudah mulai menunjukkan kemajuan cukup signifikan hingga sekarang memiliki income senilai Rp100 juta, kendati sempat direkomendasikan untuk dilikuidasi.

Dari sekian perubahan tadi juga tak lepas kerja keras semua jajaran dilingkungan SKPD, tetapi bukan berarti juga Pemkot terus berjumawa.

Wakil Wali Kota Samarinda H Nusyirwan Ismail Ismail saat menyaksikan serah terima jabatan dilingkungan Pemkot Samarinda beberapa waktu lalu dalam arahannya waktu itu mengutarakan semua gambaran bergerak maju yang mulai ditunjukan Pemkot tadi harus diakui akhirnya berimbas pada anggaran dimasing-masing SKPD yang juga meningkat ditambah reward bagi pegawai berupa Tunjangan Tambahan Penghasilan (TTP) sebagai upaya dalam menunjukkan kinerja yang optimal.

Tentu kedepan jelas Wawali masih ada tantang yang harus dilewati, terutama masalah korupsi. Sehingga nantinya tidak ada lagi pelanggran APBD dengan definisi salah akibat kemajuan sistem.

”Karena apabila pegawai kita masih ragu dalam menjalankan tugasnya khususnya yang berkaitan dengan penggunaan APBD tentu kita masih diberi kesempatan untuk konsultasi maupun curhat ke Inspektorat maupun BPK," kata Nusyirwan.

Apabila semua bisa berjalan sesuai arahan, tentu kedepan semua program bisa selasai dengan baik.

”Artinya tidak ada lagi Silpa,”tambahnya. Terkait masalah perizinan sendiri, mantan Asisten II Pemprov Kaltim ini mengingatkan agar instansi yang menangani bisa bekerja secara sistematik. Artinya semua perizinan maupun rekomendasi yang masuk bisa selesai dengan cepat dan tepat, Tidak ada lagi warga yang mengeluh merasa dipimpong untuk mengurus masalah ini,”pintanya.

Seperti sebut Nusyirwan lebih sulit mengurus izin rekomendasi di Instansi teknis ketimbang di Badan Terpadu Perizinan Satu Pintu. Sama seperti harapan Wali Kota, Nusyirwan juga menginginkan semua jajaran di Pemkot Samarinda baik ditingkat kelurahan hingga kecamatan agar lebih komunikatif dengan masyarakat dan media dalam menyampaikan hasil-hasil pembangunan yang telah direncanakan dan berjalan sesuai dengan visi dan misi pemerintah.HMS5

Wali Kota Tetap Perjuangkan K2

Berita Sebelumnya

Jamkesda Tetap Eksis

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar