760 Kali

SAMARINDA.KOMIMFONEWS-Jika tak ada aral melintang, Wali Kota Samarinda Dr H Andi Harun bersama jajaran Direksi Perusahaan Air Minum Daerah (Perumdam) Tirta Kencana, Rabu (30/6/2021) besok akan bertolak ke Jakarta.

Kunjungannya kali ini dalam rangka mempresentasikan rencana kerjasama kelanjutan pembangunan SPAM (pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum) Sungai Kapih dengan ivenstor asal Korea Selatan.

Dalam rapat persiapannya, Selasa (29/6/2021) sore di Balai Kota, Wali Kota meminta kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kota Samarinda bersama Perumdam Tirta Kencana untuk membuat rincian hitungan secara profesional yang menjelaskan biaya nilai Infrastuktur dan nilai aset yang telah dikeluarkan oleh Pemkot Samarinda dalam membangun Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sungai Kapih.

“Coba Pak Hero tolong dibuatkan perhitungannya secara profesional, biar pihak investor bisa melihat berapa investasi yang sudah kita keluarkan dan berapa kebutuhan tambahan yang mereka harus investasikan di IPA Sungai Kapih. Biar nanti keliatan dari nilai investasi yang sudah pemerintah keluarkan, berapa hitungan share profit yang kita terima,”ungkapnya.

Hadir dalam rapat tersebut, Wakil Wali Kota Samarinda Dr H Rusmadi, Sekda Sugeng Chairuddin berserta para Asisten di lingkungan Pemkot Samarinda.

AH begitu Andi Harun disapa menambahkan, jika saat ini ada sebanyak 14 ribu warga di Kecamatan Sambutan masih belum bisa menikmati pelayanan air bersih. Oleh itu, dengan beroperasinya IPA Sungai Kapih nanti setidaknya masalah pendistribusian air bersih di wilayah Sambutan bisa teratasi.


Padahal, untuk menyelesaikan progres pengerjaan IPA Sungai Kapih sendiri dana yang dibutuhkan Pemkot berdasarkan versi hitungan Dinas PUPR Samarinda berkisar Rp 15 Miliar.

“Sebenarnya dalam presentasi besok ada beberapa opsi yang perlu kita tawarkan kepada pihak investor, selain IPA Sungai Kapih ada SPAM Cendana 3, Pelita 7 atau Bendang 2. Karena kalau melihat sisa kebutuhan nilai investasi  yang diperlukan IPA Sungai Kapih sebesar Rp 15 Miliar saya pikir Pemkot bisa mengatasi, nanti sambil kita pelajarin,”ungkapnya.

Sementara, Wakil Wali Kota Samarinda Dr H Rusmadi memberikan masukkan agar peluang investasi bagi pihak investor sebaiknya diarahkan pada pembangunan SPAM Cendana 3. Mengingat Pemkot sendiri belum melakukan aktifitas pada project tersebut.

“IPA Cendana 3 saran saya lebih memungkinkan jika ada investor yang ingin berinvestasi penuh pada proyek ini. Sehingga mereka bisa menyediakan kebutuhan sepenuhnya pada IPA ini mulai dari pipa, teknologi pengelolaannya hingga sebagai operator jika sistem ini sudah berjalan,” saran Rusmadi.

Untuk membangun IPA Cendana 3 sendiri, dibutuhkan dana sebesar Rp 38 Miliar dengan kapasitas produksi 200 liter/detik. Dimana bila berfungsi wilayah distribusi bisa sampai ke Kecamatan Samarinda Utara.(CHA/KMF-SMD)

Besok KPK Bakal Berkunjung ke Balai Kota, Wali Kota Samarinda Minta OPD Bisa Hadir

Berita Sebelumnya

Tinjau Langsung ke Lapangan, Wali Kota Ancam Bekukan Aktivitas Bangunan Tanpa IMB di Bukit Pinang

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar